Macan Tutul yang Terjerat di Sekitar Permukiman Warga Bogor Dievakuasi ke Taman Safari. Gambar: Kolase TikTok/@beritabogor24jam
Seekor macan tutul yang terjerat di kawasan permukiman warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil dievakuasi ke Taman Safari Indonesia pada Jumat (3/4).
Peristiwa di daerah tersebut terjadi di sekitar GOR bulutangkis setempat dan menjadi perhatian sebagai berita lokal yang melibatkan tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), aparat terkait, dan petugas konservasi.
Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA wilayah Bogor, Dani Hamdani, menyampaikan bahwa laporan mengenai keberadaan satwa tersebut diterima dari warga sekitar.
“Sudah meluncur bersama Taman Safari Indonesia, ada laporan dari warga. Belum lama, laporan sekitar satu jam lalu,” kata Dani.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan keselamatan warga serta kondisi satwa.
Evakuasi dilakukan setelah hewan tersebut ditemukan dalam kondisi terkapar akibat jeratan di semak-semak dekat permukiman.
Kepala Desa Tugu Selatan, Eko Widiana, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa satwa liar itu diduga turun dari kawasan hutan di sekitar Gunung Mas.
“Iya betul, sepertinya macan tutul dari hutan dekat Gunung Mas,” ujarnya.
Proses penyelamatan dilakukan secara terkoordinasi hingga satwa berhasil dibawa ke lokasi penanganan sementara.
Proses Evakuasi dan Penanganan Satwa
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BKSDA, Taman Safari Indonesia, serta tenaga medis dan konservasi.
Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menjelaskan bahwa tim Life Science bersama dokter hewan, paramedik, dan kurator dikerahkan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Seluruh proses evakuasi dan penanganan satwa dilaksanakan secara terkoordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor selaku otoritas berwenang, dengan mengacu pada ketentuan dan prosedur perlindungan satwa liar yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi satwa dalam keadaan stabil setelah proses evakuasi.
“Saat ini, satwa telah berhasil dievakuasi dan tengah menjalani observasi di lokasi penanganan sementara di bawah pemantauan tim medis dan konservasi kami,” ujar Aswin.
Sebelumnya, Manager Marcom Taman Safari Indonesia Bogor, Danang Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya menerima permintaan bantuan dari BKSDA untuk mengevakuasi satwa tersebut.
“Terjeratnya belum diketahui secara pasti. Ada permintaan ke Taman Safari Indonesia untuk ke Gunung Mas, namun masih dicek di sebelah mana titiknya,” kata Danang.
Ia juga memastikan bahwa satwa tersebut merupakan hewan liar asli kawasan tersebut.
“Dapat dikonfirmasi, macan tutul asli daerah tersebut, kemungkinan liar,” ujarnya.
Menurut Dani Hamdani, kemunculan satwa liar di area permukiman menunjukkan bahwa populasi hewan tersebut masih bertahan di kawasan hutan Puncak.
“Diduga liar, tidak ada yang memelihara. Memang masih banyak di daerah sekitar Gunung Mas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa proses evakuasi memerlukan perhitungan yang tepat, termasuk dalam pemberian dosis pembiusan untuk menjaga keselamatan satwa.
“Kalau salah dosis bisa berakibat overdosis,” ucapnya.
Hingga saat ini, satwa tersebut masih menjalani observasi dan pemantauan intensif oleh tim medis di fasilitas penanganan sementara Taman Safari Indonesia.
Proses ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan satwa pulih sebelum ditentukan langkah lanjutan sesuai prosedur konservasi yang berlaku.
