Bela Man City, Pep Guardiola Kecewa Timnya Dicemooh saat Buka Puasa di Tengah Laga. Gambar: Dok. ESPN
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan kekecewaannya terhadap sebagian suporter Leeds United yang mencemooh pemain Muslim saat berbuka puasa di tengah pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Sabtu (28/2), pukul 17.30 waktu setempat.
Pada menit ke-13, laga dihentikan selama 78 detik untuk memberi kesempatan kepada pemain Muslim Man City membatalkan puasa Ramadan sesuai protokol resmi liga.
Dalam pertandingan tersebut, tiga pemain Muslim yang menjadi starter yakni Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, dan Rayan Cherki memanfaatkan jeda untuk menyantap takjil berupa air, vitamin, dan gel energi di sisi lapangan.
Prosedur ini dilakukan tepat saat matahari terbenam di kawasan West Yorkshire sekitar pukul 17.42.
Meskipun pesan informasi ditampilkan di layar raksasa stadion, suporter tuan rumah tetap melontarkan sorakan dan ejekan yang terdengar jelas dari tribun.
“Ini adalah dunia modern, bukan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini lagi hari ini. Anda harus menghormati agama dan menghormati keberagaman, itulah intinya. Liga Primer mengatakan untuk yang berpuasa Anda bisa menghabiskan satu atau dua menit untuk melakukannya, jadi para pemain melakukannya. Itulah kenyataannya, sayangnya,” ujar Guardiola kepada Sky Sports, Minggu (1/3).
Bagian dari Prosedur Liga Inggris
Penghentian pertandingan sejenak selama Ramadan merupakan bagian dari prosedur tetap yang telah disepakati di Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Wasit telah memberi informasi kepada tim agar memahami aturan ini.
Meski demikian, insiden di Elland Road menunjukkan masih adanya resistensi dari sebagian pendukung terhadap kebijakan tersebut.
Kelompok antidiskriminasi sepak bola, Kick It Out, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi kejadian ini.
“Sangat mengecewakan bahwa beberapa suporter Leeds United mencemooh ketika pemain Manchester City berbuka puasa. Menghentikan pertandingan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa selama Ramadan telah menjadi protokol yang disepakati selama beberapa tahun sekarang. Ini adalah bagian penting untuk membuat sepak bola ramah bagi pemain dan komunitas Muslim,” tulis pernyataan Kick It Out.
Kick It Out juga menyoroti bahwa penjelasan mengenai penghentian laga telah ditayangkan di layar besar stadion, namun masih mendapat reaksi negatif.
“Hal ini diperparah oleh kenyataan bahwa penjelasan tersebut ditampilkan di layar besar di dalam stadion. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh reaksi malam ini, sepak bola masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh dalam hal pendidikan dan penerimaan,” sambungnya.
Asisten Leeds United Kecewa
Asisten pelatih Leeds United, Edmund Riemer, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap sebagian pendukung timnya.
“Saya fokus pada pertandingan jadi saya tidak benar-benar mendengarnya, tetapi kecewa dengan beberapa suporter bahwa itu terjadi,” ujarnya kepada Sky Sports.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Manchester City berkat gol tunggal Antoine Semenyo.
Hasil ini menjadi poin penting bagi Manchester City dalam upaya mengejar posisi puncak klasemen Liga Inggris musim ini.
