Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Purbaya Tegaskan Prabowo Tak Pernah Meminta Penyiapan Anggaran Board of Peace

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah memerintahkan penyiapan anggaran negara untuk membayar iuran Board of Peace (BoP).
Redaksi Cahaya April 23, 2026 3 minutes read
Purbaya Tegaskan Prabowo Tak Pernah Meminta Penyiapan Anggaran Board of Peace

Purbaya Tegaskan Prabowo Tak Pernah Meminta Penyiapan Anggaran Board of Peace. Gambar: Instagram/@menkeuri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah meminta penyiapan anggaran negara untuk membayar iuran keanggotaan Board of Peace (BoP).

Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/4), merespons isu mengenai komitmen Indonesia dalam dewan perdamaian yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan dana bagi BoP.

“Saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/4).

Ia menegaskan hingga saat ini tidak ada komitmen pembayaran apa pun yang diketahuinya dari Presiden.

Lebih lanjut, Purbaya Yudhi Sadewa kembali menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki komitmen pembayaran kepada Board of Peace.

“Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden Prabowo ya. Presiden selalu bilang enggak. Kita belum ada komitmen bayar,” ujarnya.

“Dari hari pertama dia (Presiden Prabowo) komitmen kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel,” tambahnya.

Penegasan Tidak Ada Instruksi dan Komitmen Dana

Dalam keterangannya pada Rabu (22/4), Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyampaikan bahwa tidak pernah ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan anggaran negara bagi pembayaran iuran Board of Peace.

“Saya tidak pernah menerima instruksi dari presiden untuk menyediakan uang untuk BOP dan presiden juga bilang kita gak pernah janji (untuk membayar iuran BOP),” jelasnya.

Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sejak awal Indonesia memutuskan merapat dengan Board of Peace, tidak ada janji untuk memberikan iuran dana.

Menurutnya, komitmen pemerintah secara konsisten hanya dalam bentuk kontribusi personel pasukan perdamaian.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan secara langsung bahwa Indonesia tidak pernah berjanji untuk menyumbangkan dana sebesar 1 miliar dollar AS kepada Board of Peace.

Prabowo Subianto turut menyinggung pertemuan negara-negara founding donors Board of Peace yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Februari lalu.

Ia menegaskan Indonesia tidak hadir dalam forum tersebut.

“Dan ini, ini dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari yang lalu, nah ini founding donors. Jadi, mereka ini masing-masing menyumbang, ada yang lebih mungkin ya. Tapi Indonesia nggak ada di sana. Karena saya juga komitmen, waktu ditanya, saya tidak komitmen uang sama sekali,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan lain di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, yang dikutip Minggu (22/3), Prabowo Subianto kembali menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” kata Prabowo.

Komitmen pada Pengiriman Pasukan Perdamaian

Baik Purbaya Yudhi Sadewa maupun Prabowo Subianto menyampaikan bahwa komitmen Indonesia dalam Board of Peace terbatas pada pengiriman pasukan perdamaian.

Presiden menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi melalui personel sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya untuk menjaga warga Gaza.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” ucap Prabowo.

“Kita mengatakan, kita siap untuk pasukan perdamaian, berapa yang diminta,” sambungnya.

Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan terus mengikuti perkembangan situasi ke depan, terutama apabila pembangunan kembali Gaza telah dimulai.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Prabowo Subianto pada 21 dan 22 April 2026, tidak terdapat instruksi maupun komitmen penggunaan anggaran negara untuk membayar iuran Board of Peace, dan posisi Indonesia ditegaskan pada kontribusi pasukan perdamaian tanpa komitmen pembayaran dana.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Pertamina Perketat Pengawasan, 136 SPBU dan 237 Agen Elpiji Nakal Diberi Sanksi
Next: Remaja di Bantul Tewas usai Dianiaya Gerombolan Pemuda, Disundut dengan Rokok hingga Dilindas Motor

Related News

Wuling Binguo EV Kontroversi Harga di Indonesia dan Thailand
  • News

Wuling Binguo EV: Kontroversi Harga di Indonesia dan Thailand

Redaksi Cahaya April 24, 2026
Menyikapi Harga Baterai Kendaraan Listrik Tantangan Utama Industri Otomotif
  • News

Menyikapi Harga Baterai Kendaraan Listrik: Tantangan Utama Industri Otomotif

Aura April 24, 2026
Persita vs Bali United 0-1 Penalti Diego Campos Antar Serdadu Tridatu Curi Tiga Poin
  • News

Persita vs Bali United 0-1: Penalti Diego Campos Antar Serdadu Tridatu Curi Tiga Poin

Redaksi Cahaya April 23, 2026

Recent Posts

  • Wuling Binguo EV: Kontroversi Harga di Indonesia dan Thailand
  • Menyikapi Harga Baterai Kendaraan Listrik: Tantangan Utama Industri Otomotif
  • Barcelona vs Celta 0-1: Gol Penalti Lamine Yamal jadi Penentu Kemenangan Blaugrana
  • Burnley vs Man City 0-1: Singkirkan Arsenal, The Citizens Rebut Posisi Teratas Klasemen
  • Bournemouth vs Leeds 2-2: Gol Telat Longstaff Gagalkan Kemenangan Tuan Rumah
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ASTON VILLA ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Wuling Binguo EV Kontroversi Harga di Indonesia dan Thailand
  • News

Wuling Binguo EV: Kontroversi Harga di Indonesia dan Thailand

Redaksi Cahaya April 24, 2026
Menyikapi Harga Baterai Kendaraan Listrik Tantangan Utama Industri Otomotif
  • News

Menyikapi Harga Baterai Kendaraan Listrik: Tantangan Utama Industri Otomotif

Aura April 24, 2026
Barcelona vs Celta 1-0 Gol Penalti Lamine Yamal jadi Penentu Kemenangan Blaugrana
  • La Liga
  • Sepakbola

Barcelona vs Celta 0-1: Gol Penalti Lamine Yamal jadi Penentu Kemenangan Blaugrana

Redaksi Cahaya April 23, 2026
Burnley vs Man City 0-1 Singkirkan Arsenal, The Citizens Rebut Posisi Teratas Klasemen
  • Premier League
  • Sepakbola

Burnley vs Man City 0-1: Singkirkan Arsenal, The Citizens Rebut Posisi Teratas Klasemen

Redaksi Cahaya April 23, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.