Hapus Hambatan Biaya, Liga Yooscout Hadirkan Kompetisi Berkualitas yang Terjangkau bagi Pesepak Bola Muda Tangerang. Gambar: Dok. Istimewa
Kota Tangerang akan menjadi wilayah pertama di Provinsi Banten yang menyelenggarakan Liga Yooscout, sebuah kompetisi sepak bola usia dini berbasis aplikasi Soccer Academia dari Jerman.
Kompetisi ini dijadwalkan mulai pada 5 April 2026 dan menyasar empat kelompok usia, yakni U-11, U-13, U-15, dan U-17.
Liga ini dihadirkan untuk menghapus hambatan biaya tinggi dalam pengembangan pemain muda dan menjadi proyek percontohan youth development di Indonesia.
Kompetisi Liga Yooscout akan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kota Tangerang, yaitu Lapangan Sport Cipondoh untuk kategori U-11 dan U-13, Lapangan Cipondoh untuk U-15, serta Lapangan Cibodas Indah untuk U-17.
Kategori U-11 dan U-13 termasuk dalam program grassroot, sedangkan kategori U-15 dan U-17 masuk dalam program youth development.
Menurut pelatih Musa Effendi, yang akrab disapa Fendi dari Banten United Football Club di Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Liga Yooscout menjadi solusi konkret bagi pembinaan pesepak bola muda di daerah.
“Sepak bola sudah menjadi entertainment. Kalau kita bicara entertainment, ini hal positif. Liga Yooscout memberikan kesempatan bagi kompetisi youth development yang selama ini jarang diselenggarakan. Kegiatan ini kami jadikan pilot project, dan Tangerang menjadi percontohan,” ujarnya.
Program pengembangan Usia Dini Berbasis Teknologi
Liga Yooscout menggunakan aplikasi Soccer Academia dari Jerman sebagai basis penyelenggaraan kompetisi, mempermudah pencatatan dan pengembangan data pemain.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan di tingkat lokal dan menjadi acuan bagi kota-kota lain di Provinsi Banten, seperti Serang dan Pandeglang, yang disebut akan mengikuti jejak Kota Tangerang.
Fendi menambahkan bahwa tingginya biaya kompetisi selama ini menjadi kendala utama bagi klub-klub usia dini untuk berkembang.
Dengan kehadiran Liga Yooscout, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penyelenggaraan kompetisi yang lebih terjangkau dan sistematis.
“Semoga dengan adanya liga ini, tujuan kita tercapai, yakni mempersiapkan generasi pemain sepak bola sejak usia dini,” tutup Fendi.
