Planetarium Hadirkan Beragam Tayangan Selama Libur Lebaran. Gambar: Dok. Berita Jakarta/Nugroho Sejati
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyiapkan sejumlah strategi peningkatan layanan di Planetarium Jakarta Pusat selama libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.
Mulai Maret, konsep tayangan pertunjukan akan diperbarui agar setiap sesi memiliki tema berbeda.
Langkah ini diambil guna memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung selama periode libur Lebaran.
Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, menyatakan bahwa konsep tayangan akan menyerupai sistem bioskop, di mana setiap sesi memiliki judul yang berbeda.
“Kalau sebelumnya dari sesi satu sampai sesi empat tayangannya sama, ke depan setiap sesi akan berbeda temanya. Jadi masyarakat bisa menonton lebih dari satu kali dalam sehari atau kembali lagi di hari lain karena kontennya berbeda,” ujar Iwan pada Selasa (10/3), dikutip dari Berita Jakarta.
Selain variasi tayangan, perbaikan sistem pelayanan juga dilakukan, termasuk pengaturan antrean dan sistem penjualan tiket yang lebih tertata.
Tiket tidak lagi dijual di satu titik pusat saja, dan opsi pembelian offline tetap tersedia di area Planetarium guna menghindari penumpukan.
Pembaruan Konsep Tayangan dan Pelayanan di Planetarium
Iwan Takwin menjelaskan bahwa perubahan konsep ini akan dimulai setelah masa promo selama tiga bulan berakhir pada Maret.
Tayangan akan disusun dengan tema berbeda di setiap sesi, agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan serta meningkatkan minat kunjungan ulang.
Hal ini diharapkan menciptakan pengalaman seperti menonton bioskop, di mana setiap waktu pertunjukan menawarkan konten baru.
“Ke depan setiap sesi akan berbeda temanya,” jelas Iwan.
Model ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pengunjung yang ingin menikmati beberapa pertunjukan dalam satu hari, atau datang kembali di hari berikutnya.
Dari sisi pelayanan, Jakpro memperbarui sistem antrean dan tiketing. Sistem penjualan tiket tidak lagi dipusatkan di satu lokasi untuk menghindari penumpukan.
Beberapa titik pelayanan disiapkan, dan tiket offline juga tetap dijual di lokasi.
“Kami siapkan beberapa sistem tiketing supaya tidak terjadi penumpukan di satu titik. Penjualan tiket offline juga tetap kami siapkan di lokasi untuk memitigasi berbagai isu yang sebelumnya muncul,” ujar Iwan.
Jakpro juga menambahkan elemen interaktif dalam pertunjukan, khususnya untuk anak-anak dan pelajar.
Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan terhadap ilmu astronomi dan tidak hanya sebatas pengalaman pasif menonton film.
“Ke depan tidak hanya seperti menonton film dari awal sampai selesai. Akan ada interaksi-interaksi yang membuat anak-anak atau pelajar lebih tertarik dan rasa ingin tahunya terhadap astronomi bisa meningkat,” kata Iwan.
Seluruh inovasi ini akan mulai diterapkan setelah masa promo berakhir, dengan harapan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengunjungi Planetarium Jakarta Pusat selama periode Lebaran dan seterusnya.
Planetarium tetap menjadi salah satu destinasi edukatif yang menarik di Jakarta Pusat selama libur Idulfitri.
