FIFA Tegaskan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Piala Dunia 2026. Gambar: The Globe anda Mail
Kepala operasional Piala Dunia FIFA, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak akan mengalami penundaan meskipun terdapat konflik internasional di wilayah Timur Tengah, yang melibatkan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Schirgi pada Senin (9/3) di Pusat Penyiaran Internasional, Dallas, Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa FIFA terus memantau perkembangan dampak perang yang terjadi di Iran setiap hari. Namun, turnamen tetap dipastikan berlangsung sesuai jadwal.
“Pada suatu saat, kami akan memiliki resolusinya, dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja,” ujarnya, dikutip dari ABC News pada Kamis (12/3).
“Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” tambahnya.
FIFA Pantau Situasi Timur Tengah
FIFA menyatakan bahwa mereka terus menjalin komunikasi dengan federasi sepak bola Iran untuk memperoleh informasi terkini terkait dampak konflik yang sedang berlangsung.
Namun, Schirgi tidak mengungkapkan secara rinci isi pembicaraan tersebut.
“Situasinya berubah dari hari ke hari dan kami memantaunya dengan cermat. Kami bekerja sama dengan semua mitra federal kami dan juga mitra internasional kami dalam mengevaluasi situasi,” jelas Schirgi.
Iran dijadwalkan bermain di Grup G bersama tiga negara, yaitu:
- Belgia
- Selandia Baru
- Mesir
Dua pertandingan Iran dijadwalkan berlangsung di Los Angeles, dan satu pertandingan lainnya akan digelar di Seattle.
Menurut laporan The New Arab, beberapa media internasional menyebutkan bahwa wilayah udara Irak ditutup hingga 1 April karena dampak konflik regional yang berkaitan dengan perang Iran.
Situasi ini menghambat tim nasional Irak dalam mengatur pertemuan tim dan perjalanan ke luar negeri menjelang laga play-off Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 Dianggap simbol Persatuan
Meskipun kondisi dunia sedang menghadapi tantangan global, FIFA menyampaikan bahwa Piala Dunia 2026 tetap dianggap sebagai simbol persatuan antarnegara.
“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” ucap Schirgi.
“Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ini menjadi momen istimewa karena benar-benar bersifat global dan bisa menyatukan semua orang. Kita sudah menyaksikannya di Qatar, Rusia, dan di mana-mana. Orang-orang kagum betapa internasionalnya seluruh acara ini,” tambahnya.
Turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli dan akan digelar di 16 kota pada tiga negara, yaitu:
- Amerika Serikat (11 kota)
- Meksiko (3 kota)
- Kanada (2 kota)
Piala Dunia edisi ini menjadi yang pertama kalinya diikuti oleh 48 negara dari enam konfederasi berbeda.
