Remaja di Bantul Tewas usai Dianiaya Gerombolan Pemuda, Disundut dengan Rokok hingga Dilindas Motor. Gambar: Ilustrasi Canva
Remaja berinisial IDS (16), pelajar asal Payungan, Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa hukum dan kriminal ini terjadi pada Selasa (14/4) sekitar pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Korban dijemput dua orang menggunakan sepeda motor, dibawa ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro, lalu ke Lapangan Gadung Melati, Pandak.
Motif sementara diduga karena dendam dan persoalan geng.
Korban mengalami penganiayaan menggunakan selang, pipa paralon, gunting, disundut rokok, hingga dilindas sepeda motor berulang kali.
Setelah hampir sepekan dirawat di RSUD Saras Adyatma, korban meninggal dunia pada Minggu (19/4). Dua pelaku telah ditangkap, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran.
Ayah korban, Sugeng Riyanto, menjelaskan kronologi saat anaknya dijemput pada malam kejadian.
“Nah, itu tiba-tiba ada dua orang pakai Nmax kalau nggak salah boncengan jemput anak saya sekitar jam 10 malam,” kata Sugeng kepada wartawan di rumah duka, Pandak, Bantul, Senin (20/4).
Ia menyebut, berdasarkan keterangan rekan korban, IDS sempat dibawa ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro sebelum kemudian dipindahkan ke lokasi lain.
Sugeng mengungkapkan bahwa di lokasi kejadian, korban sempat ditanya terkait keterlibatan dalam geng sebelum akhirnya menjadi korban pengeroyokan.
“Terus anak saya cuma ditanya ‘kamu ikut geng ini’ dan dijawab ‘tidak’. Nah, setelah itu anak saya langsung dipukuli rame-rame, ada yang pakai selang, ada yang pakai paralon, pakai gunting, disundut rokok, bahkan dilindas pakai motor berulang kali,” ucapnya.
Peristiwa pengeroyokan tersebut menjadi bagian dari kasus kriminal yang kini ditangani aparat kepolisian di Bantul.
Kronologi Pengeroyokan di Bantul
Berdasarkan keterangan keluarga dan rekan korban, IDS dijemput dua pemuda sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (14/4).
Saat itu, Sugeng mengaku sudah tertidur sehingga tidak mengetahui anaknya keluar rumah.
Rekan korban yang mengikuti dari belakang menyebut IDS awalnya dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro oleh sejumlah kakak kelas dan kelompoknya.
Selanjutnya, dua orang berbeda membawa korban dengan posisi di tengah saat berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Scoopy menuju Lapangan Gadung Melati, Pandak.
Di lokasi tersebut, korban disebut telah ditunggu sekitar 10 orang. Di tempat itu, korban kembali ditanya soal keikutsertaan dalam geng sebelum akhirnya dianiaya secara bersama-sama.
Selain dipukul menggunakan selang dan pipa paralon, korban juga disundut api rokok. Dalam kondisi tidak berdaya, korban dilindas sepeda motor berulang kali.
Sugeng juga menyampaikan adanya dugaan upaya melukai bagian telinga korban menggunakan gunting.
“Kejadian terakhir itu keadaan sudah pingsan masih mau dipotong telinganya. Kebetulan ada temannya Ilham yang buntuti tadi terus guntingnya disaut (direbut),” katanya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Saras Adyatma.
IDS menjalani perawatan di ruang ICU hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (19/4). Selama hidupnya, menurut Sugeng, korban jarang pulang larut malam.
“Selama 6 bulan lebih anak saya jarang keluar, maksudnya jarang keluar malam. Kalaupun keluar malam ya jam 9, jam 10 malam sudah pulang,” ujarnya.
“Biasanya sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB atau paling lambat pukul 22.00 WIB,” tambahnya.
Penanganan Polisi dan Penetapan Tersangka
Kasus hukum dan kriminal ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian sehari setelah kejadian, yakni pada Rabu (15/4).
Kepolisian Resor Bantul membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa dua orang telah diamankan.
“Satreskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap IDS (16) warga Pandak, Bantul yang terjadi pada hari Selasa tanggal 14 April 2026 sekira pukul 23.00 WIB di Pandak, Bantul,” kata Rita saat dihubungi wartawan, Senin (20/4).
Dua pelaku yang telah ditangkap masing-masing berinisial BLP (18), warga Kretek, Bantul, dan YP (21), warga Bambanglipuro, Bantul.
Keduanya diamankan pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Sementara itu, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap lima orang lain yang telah diketahui identitasnya.
“Tim Satreskrim Polres Bantul tengah melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan,” ucap Rita.
Peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pelajar 16 tahun ini menambah daftar kasus kriminal di wilayah Bantul yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Polisi menyatakan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus kriminal tersebut.
