Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Resmi Gantung Raket, Axelsen Akhiri Karier di Usia 32

Viktor Axelsen resmi pensiun pada usia 32 tahun akibat cedera punggung yang tak kunjung pulih.
Redaksi Cahaya April 17, 2026 3 minutes read
Resmi Gantung Raket, Axelsen Akhiri Karier di Usia 32

Resmi Gantung Raket, Axelsen Akhiri Karier di Usia 32. Gambar: Instagram/@viktoraxelsen

Viktor Axelsen resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis pada usia 32 tahun melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (15/4).

Tunggal putra asal Denmark itu menyatakan tidak lagi mampu berkompetisi di level tertinggi akibat cedera punggung yang tak kunjung pulih setelah menjalani berbagai metode perawatan.

Keputusan tersebut diambil setelah lebih dari satu tahun bergelut dengan masalah fisik yang membatasi aktivitas latihan dan pertandingan.

Pengumuman itu disampaikan Axelsen melalui Instagram.

“Hari ini adalah hari yang tidak mudah bagi saya,” tulis Viktor Axelsen mengawali pernyataannya.

Ia menjelaskan bahwa cedera punggung yang berulang membuatnya tidak dapat melanjutkan karier sebagai atlet profesional.

“Karena masalah punggung saya yang berulang, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Setelah menjalani operasi endoskopi, beberapa suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala cara untuk bebas dari rasa sakit selama ini, saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya,” kata Viktor Axelsen.

“Menerima situasi ini sangat sulit, tetapi saya sekarang telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan,” sambungnya.

Perjalanan Cedera

Cedera punggung tersebut berkaitan dengan operasi yang dijalani Viktor Axelsen pada April 2025. Sejak saat itu, ia mulai sering absen dari sejumlah kejuaraan bulu tangkis.

Hingga April 2026, kondisinya belum pulih sepenuhnya meskipun telah menjalani berbagai upaya pemulihan, termasuk operasi, perubahan metode latihan, serta perawatan untuk mengurangi rasa sakit.

“Hari ini adalah hari yang tidak mudah. Karena masalah punggung, saya tidak bisa lagi bersaing dan berlatih di tingkat teratas,” tegasnya.

“Menerima situasi ini sangatlah sulit. Tapi, saya sudah mendapat kesimpulan bahwa tubuh saya sudah tidak bisa melanjutkan,” sambungnya.

Axelsen terakhir kali tampil dalam turnamen French Open 2025 yang berlangsung pada Oktober tahun lalu.

Dalam ajang tersebut, ia melaju hingga perempat final sebelum tersingkir oleh rekan senegaranya, Anders Antonsen. Setelah turnamen itu, ia tidak lagi tampil dalam kompetisi internasional.

Rekam Jejak Prestasi Viktor Axelsen

Sepanjang kariernya di cabang bulu tangkis, Viktor Axelsen mencatatkan sejumlah prestasi di level dunia.

Ia meraih dua medali emas Olimpiade masing-masing pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024, serta satu medali perunggu pada Olimpiade Rio 2016.

Di ajang Kejuaraan Dunia, atlet Denmark tersebut menjadi juara dunia dua kali, yakni pada 2017 dan 2022.

Pada level turnamen BWF, ia mengoleksi total 32 gelar dan 14 kali menjadi runner-up. Ia juga mencatatkan 10 gelar Super 1000, yang merupakan level tertinggi dalam rangkaian turnamen BWF.

Selain itu, Viktor Axelsen meraih tiga gelar beruntun BWF World Tour Finals pada 2021 hingga 2023 dan secara keseluruhan mengoleksi lima gelar turnamen penutup musim tersebut.

Dalam peringkat dunia, ia pernah menduduki posisi nomor satu selama 183 pekan.

Ia juga tercatat menghabiskan lebih dari 100 pekan berturut-turut sebagai pemain nomor satu dunia.

Dengan keputusan pensiun ini, karier Viktor Axelsen sebagai atlet bulu tangkis profesional resmi berakhir setelah lebih dari satu dekade berkompetisi di level internasional.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Indonesia Dapat Tambahan Wilayah 127,3 Hektare di Perbatasan Sebatik
Next: FIFA Tolak Relokasi Laga Iran, Tetap Bermain di Amerika Serikat

Related News

Making_Coffee_Without_a_Coffee_Maker_600x
  • News

Teknik Brewing Kopi untuk Penyeduhan Cepat

rudolf June 13, 2026
550px-nowatermark-Make-Coffee-without-a-Coffee-Maker-Step-5-Version-5
  • News

Membuat Kopi Tanpa Mesin dengan Metode Manual

rudolf June 11, 2026
image-failed
  • News

Membuat Kopi Turki dengan Gula: Panduan Praktis untuk Pecinta Kopi

rudolf June 10, 2026

Recent Posts

  • Teknik Brewing Kopi untuk Penyeduhan Cepat
  • Membuat Kopi Tanpa Mesin dengan Metode Manual
  • Membuat Kopi Turki dengan Gula: Panduan Praktis untuk Pecinta Kopi
  • Teknik Menyeduh Kopi ala Jepang: Menemukan Kelezatan dalam Setiap Tetes
  • Membuat Kopi Affogato di Rumah: Resep yang Mudah dan Lezat
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MOBIL MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

Making_Coffee_Without_a_Coffee_Maker_600x
  • News

Teknik Brewing Kopi untuk Penyeduhan Cepat

rudolf June 13, 2026
550px-nowatermark-Make-Coffee-without-a-Coffee-Maker-Step-5-Version-5
  • News

Membuat Kopi Tanpa Mesin dengan Metode Manual

rudolf June 11, 2026
image-failed
  • News

Membuat Kopi Turki dengan Gula: Panduan Praktis untuk Pecinta Kopi

rudolf June 10, 2026
how-to-japanese-iced-coffee
  • News

Teknik Menyeduh Kopi ala Jepang: Menemukan Kelezatan dalam Setiap Tetes

rudolf June 9, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.