Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Bagaimana Nasib Igor Tudor usai Tottenham Dipermalukan Ateltico Madrid?

Tottenham Hotspur tetap mempertahankan pelatih interim Igor Tudor meski kalah 2-5 dari Atlético Madrid di babak 16 besar Liga Champions UEFA dan mencatat enam kekalahan beruntun.
Redaksi Cahaya March 11, 2026 4 minutes read
Bagaimana Nasib Igor Tudor usai Tottenham Dipermalukan Ateltico Madrid?

Bagaimana Nasib Igor Tudor usai Tottenham Dipermalukan Ateltico Madrid?. Gambar: Bologna Sport News

Pelatih interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor, masih akan melanjutkan tugasnya meski timnya menelan kekalahan telak 2–5 dari Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada Selasa malam (10/3) di Metropolitano, Madrid.

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Tottenham menjadi enam kekalahan beruntun di semua kompetisi, namun laporan Sky Sports News menegaskan bahwa manajemen belum berencana memberhentikan Tudor dalam waktu dekat.

Tudor, yang baru ditunjuk bulan lalu menggantikan Thomas Frank, kini berada dalam tekanan besar.

Sejak penunjukannya, Tottenham kalah dari Arsenal (1–4), Fulham (1–2), Crystal Palace, dan kini Atletico Madrid.

Kekalahan terakhir ini semakin memperburuk posisi klub, yang hanya terpaut satu poin dari zona degradasi Premier League.

Meski dalam tekanan, Tudor dijadwalkan tetap menghadiri konferensi pers sebelum laga berikutnya melawan Liverpool pada (15/3) di Anfield.

Keputusan Tudor memainkan kiper muda Antonin Kinsky dalam laga penting Liga Champions turut memicu sorotan.

Kinsky ditarik keluar pada menit ke-17 setelah melakukan dua blunder yang berujung gol Marcos Llorente dan Julian Alvarez.

“Dia membuat keputusan yang mungkin menurutnya bisa, pertama, mempertahankan pekerjaannya, atau kedua, menjaga Tottenham Hotspur tetap berada di Premier League dan berharap performa tim akan membaik. Itu adalah keputusan yang sangat egois dari seorang manajer,” jelas Mantan kiper Spurs, Paul Robinson.

Rentetan Kekalahan Memperburuk Situasi

Kekalahan dari Atletico Madrid bukan hanya soal skor, tetapi juga cara kekalahan itu terjadi.

Tottenham memberikan empat gol dengan cara yang dianggap “absurd”, termasuk kesalahan-kesalahan individual dari Kinsky dan miskomunikasi antar pemain.

Dalam 22 menit awal pertandingan, Tottenham disebut memainkan periode terburuk mereka dalam beberapa musim terakhir.

Tudor telah memimpin empat pertandingan sejak bergabung, semuanya berakhir dengan kekalahan, dan timnya telah kebobolan total 14 gol.

Di pertandingan melawan Crystal Palace, ia menempatkan Pedro Porro sebagai bek tengah, sementara di Fulham, Xavi Simons dan Conor Gallagher bermain di posisi sayap dalam formasi 4-4-2, meskipun keduanya biasa bermain di tengah.

Saat melawan Atletico, dua rekrutan utama musim ini bahkan hanya duduk di bangku cadangan.

Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap kemampuan Tudor memahami komposisi tim. Dalam pertandingan melawan Atletico, dua pemain—Joao Palhinha dan Cristian Romero—bahkan sempat bertabrakan kepala di waktu tambahan, yang membuat keduanya diragukan tampil di laga selanjutnya.

Tottenham juga sudah dipastikan kehilangan Micky van de Ven akibat hukuman larangan bermain.

Hubungan Buruk dengan Pemain

Selain keputusan teknis yang dipertanyakan, hubungan Tudor dengan para pemain juga disorot.

Dalam insiden penggantian Kinsky, pelatih asal Kroasia itu tidak menunjukkan empati kepada sang pemain, bahkan tak menyapanya saat keluar lapangan.

Sebaliknya, rekan-rekan setim seperti Cristian Romero, Kevin Danso, dan Pedro Porro terlihat memberikan simpati.

Beberapa pemain lain langsung masuk ke ruang ganti, termasuk Joao Palhinha, Dominic Solanke, dan Conor Gallagher.

Fabian Otte, pelatih kiper, sempat menyuarakan dukungan bagi Kinsky agar bangkit dari pengalaman buruk tersebut.

Sementara itu, berbagai mantan kiper ternama seperti Joe Hart, Paul Robinson, dan Peter Schmeichel turut melontarkan kritik terhadap keputusan Tudor memainkan Kinsky di pertandingan penting.

Tudor disebut gagal membangun koneksi yang solid dengan para pemain.

Bahkan dalam satu momen, ketika Djed Spence digantikan, ia tampak kembali ke area teknis untuk memaksa Tudor berjabat tangan gestur yang dianggap sebagai bentuk protes terhadap sikap manajer.

Masa Depan Igor Tudor Masih Abu-abu

Meski manajemen Tottenham belum mengambil langkah tegas untuk memberhentikan Tudor, tekanan dari publik dan penurunan performa klub membuat masa depannya tidak menentu.

Spurs tengah menjalani periode terburuk dalam setengah abad terakhir, dan kekalahan beruntun ini menjadi yang pertama kali terjadi dalam sejarah klub.

Penunjukan Tudor sebelumnya juga tidak lepas dari kontroversi. Ia direkomendasikan oleh Fabio Paratici sebelum sang direktur pindah ke Fiorentina.

Di internal klub, kepala eksekutif Vinai Vinkatesham, direktur olahraga Johan Lange, ketua non-eksekutif Peter Charrington, serta keluarga Lewis sebagai pemilik, kini berada dalam tekanan besar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Tudor masih akan memimpin Tottenham dalam pertandingan lanjutan Premier League melawan Liverpool pada (15/3).

Dengan hasil minor yang terus berlanjut, pertandingan tersebut bisa menjadi penentu nasibnya bersama Tottenham Hotspur di sisa musim ini.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Rekap Pekan ke-29 Premier League: Spurs Keok, Arsenal Tetap di Puncak
Next: Sandro Tonali jadi Incaran Utama MU untuk Gantikan Casemiro

Related News

Daftar Klub dengan Trofi Liga Champions Terbanyak
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Daftar Klub dengan Trofi Liga Champions Terbanyak

Redaksi Cahaya April 24, 2026
Apa Bedanya Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League?
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Apa Bedanya Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League?

Redaksi Cahaya April 24, 2026
Aturan Liga Champions yang Perlu Diketahui Fans Bola
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Aturan Liga Champions yang Perlu Diketahui Fans Bola

Redaksi Cahaya April 24, 2026

Recent Posts

  • Sinopsis Laut Bercerita: Perjuangan dan Harapan di Tengah Gelombang
  • Rest Area Ngawi: Tempat Istirahat Ideal di Tengah Perjalanan
  • Ora 03 Dirakit di Bogor: Langkah Strategis Great Wall Motors di Indonesia
  • Ketegangan Mobil Listrik: China Ajukan Keluhan ke Uni Eropa Terkait Investigasi Subsidi
  • Chery iCar 03: SUV Off-Road Terbaru dari Chery untuk Pasar Indonesia
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ASTON VILLA ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Sinopsis Laut Bercerita Perjuangan dan Harapan di Tengah Gelombang
  • News

Sinopsis Laut Bercerita: Perjuangan dan Harapan di Tengah Gelombang

Redaksi Cahaya April 25, 2026
Rest Area Ngawi Tempat Istirahat Ideal di Tengah Perjalanan
  • News

Rest Area Ngawi: Tempat Istirahat Ideal di Tengah Perjalanan

Redaksi Cahaya April 25, 2026
Ora 03 Dirakit di Bogor Langkah Strategis Great Wall Motors di Indonesia
  • News

Ora 03 Dirakit di Bogor: Langkah Strategis Great Wall Motors di Indonesia

Aura April 25, 2026
Ketegangan Mobil Listrik China Ajukan Keluhan ke Uni Eropa Terkait Investigasi Subsidi
  • News

Ketegangan Mobil Listrik: China Ajukan Keluhan ke Uni Eropa Terkait Investigasi Subsidi

Aura April 25, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.