Apa Bedanya Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League?. Gambar: Manchester City
Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League merupakan tiga kompetisi antarklub Eropa yang diselenggarakan oleh Union of European Football Associations (UEFA) setiap musim dan mempertemukan tim-tim dari berbagai negara di bawah naungan asosiasi tersebut.
Ketiganya digelar sepanjang musim kompetisi dan menjadi ajang resmi antarklub di Eropa dengan perbedaan utama pada level kompetisi, format pertandingan, trofi, serta hadiah yang diperebutkan.
Dalam struktur kompetisi UEFA, liga champions menempati tingkat tertinggi, diikuti liga europa sebagai level kedua, dan conference league sebagai level ketiga.
Perbedaan ini menentukan kriteria peserta, sistem pertandingan, hingga nilai hadiah yang diterima klub.
Ketiga ajang tersebut sama-sama rutin digelar setiap tahun dan mengalami perubahan format mulai musim 2024/25.
Ketiga kompetisi ini menjadi bagian dari kalender resmi sepak bola Eropa dan diikuti klub berdasarkan posisi akhir mereka di liga domestik masing-masing pada musim sebelumnya.
Level Kompetisi dan Kriteria Peserta
Perbedaan utama antara liga champions, liga europa, dan conference league terletak pada tingkat kompetisi serta jalur kualifikasi pesertanya.
Liga Champions atau UEFA Champions League (UCL) merupakan kompetisi tingkat tertinggi yang diikuti tim-tim terbaik dari setiap liga domestik.
Biasanya, peserta liga champions adalah tim yang finis di posisi empat besar klasemen liga pada musim sebelumnya.
Contohnya, tim yang finis di empat besar klasemen Liga Inggris 2023/2024 berhak mengikuti Liga Champions 2024/2025 sebagai perwakilan Inggris.
Di bawahnya terdapat Liga Europa atau UEFA Europa League (UEL) sebagai kompetisi tingkat kedua.
Liga europa umumnya diikuti tim yang finis di peringkat 5 atau 6 klasemen liga domestik, serta pemenang kompetisi piala domestik di sejumlah negara Eropa.
Sementara itu, conference league atau UEFA Europa Conference League (UECL) menjadi kompetisi tingkat ketiga di Eropa.
Tim yang berlaga di conference league biasanya berasal dari anggota UEFA dengan koefisien lebih rendah dan diisi oleh klub yang finis di peringkat 6–7 klasemen liga domestik.
Pemenang conference league berhak mengikuti fase liga Liga Europa musim berikutnya, kecuali jika mereka telah lolos ke Liga Champions melalui jalur liga domestik.
Jika melihat sejarah penyelenggaraan, Liga Champions pertama kali digelar pada 1955, Liga Europa dimulai pada 1971, sedangkan Conference League merupakan kompetisi terbaru yang mulai digelar pada 2021.
Format Kompetisi Musim 2024/25
Mulai musim 2024/25, UEFA secara resmi mengubah format liga champions, liga europa, dan conference league.
Sebelumnya, ketiga kompetisi menggunakan format grup dengan 32 tim peserta. Sejak musim tersebut, format diubah menjadi sistem liga yang diikuti 36 tim.
Mengutip dari laman resmi UEFA, pada Liga Champions dan Liga Europa setiap tim akan bermain delapan kali di fase liga.
Sementara di Conference League, setiap tim hanya bermain enam kali di fase liga.
Dengan perubahan ini, setiap tim dapat memainkan paling sedikit enam pertandingan dan paling banyak 12–13 pertandingan dalam satu musim kompetisi.
Waktu penyelenggaraan fase penyisihan juga memiliki perbedaan.
Fase penyisihan Liga Champions dan Liga Europa digelar dari September hingga Januari, sedangkan fase penyisihan Conference League berlangsung dari September hingga Desember.
Trofi dan Desain Piala
Perbedaan liga champions, liga europa, dan conference league juga terlihat dari desain trofi yang diperebutkan masing-masing kompetisi.
Trofi Liga Champions dikenal dengan julukan “Si Telinga Besar”. Trofi ini berbentuk wadah besar dengan dua gagang menyerupai telinga di sisi kanan dan kiri.
Trofi tersebut didesain oleh Jorg Stadelmann, pembuat piala asal Swiss. Piala ini terbuat dari perak dengan berat 11 kilogram dan tinggi 74 sentimeter.
Trofi Liga Europa berbentuk gelas raksasa dengan desain lebih ramping. Warnanya perak dengan alas marmer berwarna kuning dan memiliki berat sekitar 15 kilogram.
Sementara itu, trofi Conference League berbentuk wadah besar dengan desain modern. Tingginya mencapai 57,5 sentimeter dan beratnya 11 kilogram.
Rincian Hadiah Setiap Kompetisi
Selain trofi, perbedaan signifikan juga terdapat pada nominal hadiah yang diterima juara, runner up, dan semifinalis di masing-masing kompetisi.
Hadiah Liga Champions terdiri dari juara sebesar 20 juta euro atau Rp340 miliar, runner up 15,5 juta euro atau Rp263 miliar, dan semifinalis 12,5 juta euro atau Rp212 miliar.
Hadiah Liga Europa meliputi juara 8,6 juta euro atau Rp146 miliar, runner up 4,6 juta euro atau Rp78 miliar, dan semifinalis 2,8 juta euro atau Rp47 miliar.
Adapun hadiah Conference League mencakup juara 5 juta euro atau Rp85 miliar, runner up 3 juta euro atau Rp51 miliar, dan semifinalis 2 juta euro atau Rp34 miliar.
Dengan struktur level kompetisi, format pertandingan terbaru musim 2024/25, perbedaan desain trofi, serta nominal hadiah yang berbeda, liga champions, liga europa, dan conference league memiliki posisi dan karakteristik masing-masing dalam sistem kompetisi antarklub Eropa yang diselenggarakan UEFA setiap tahunnya.
