Timur Tengah Memanas, Iran Ancam Mundur dari Piala Dunia 2026. Gambar: EPA Sport/Abedin Taherkenareh
Timnas Iran dilaporkan mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Minggu (1/3).
Serangan tersebut memicu ketegangan politik yang signifikan di kawasan Timur Tengah dan memengaruhi kesiapan Iran dalam mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan keraguan terhadap partisipasi negaranya di turnamen global tersebut.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan pertandingan Piala Dunia 2026. Namun, para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu,” ujar Taj, dikutip dari Daily Mail pada Senin (2/3).
Kematian Khamenei terjadi setelah serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai sejak Sabtu (28/2), menargetkan pusat kota Teheran.
Serangan ini menyebabkan bangunan utama di kompleks pusat kota hancur, termasuk kediaman Khamenei yang dilaporkan rata dengan tanah.
Sejumlah Bangunan Penting Alami Kehancuran Total
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilancarkan dalam skala besar dan menyasar langsung jantung ibu kota Teheran.
Menurut citra satelit dari Airbus Defence and Space yang dilaporkan The New York Times, sejumlah bangunan penting mengalami kehancuran total.
Ledakan besar dan kawah-kawah bekas amunisi penghancur bunker terlihat jelas di lokasi tersebut.
Media Iran, Tasnim dan Fars, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyampaikan bahwa semua prosedur administratif telah disetujui sebelum serangan dilakukan, meskipun Kongres AS sebelumnya menyayangkan tindakan militer tersebut karena tidak ada kesepakatan formal.
Jadwal Pertandingan dan Potensi Pengganti Iran
Iran telah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah finis sebagai juara Grup A pada kualifikasi zona Asia.
Mereka dijadwalkan berlaga di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung di Amerika Serikat. Jadwal Iran adalah sebagai berikut:
- Iran vs Selandia Baru: Los Angeles, 15 Juni
- Iran vs Belgia: Los Angeles, 21 Juni
- Iran vs Mesir: Seattle, 26 Juni
Namun, ketegangan politik dan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran menimbulkan ketidakpastian atas partisipasi mereka.
Selain ancaman mundur, Federasi Sepak Bola Iran juga telah menangguhkan liga domestik tanpa batas waktu, memengaruhi pemain asing seperti Antonio Adan, Munir, dan Ivan Sanchez.
Adan dilaporkan telah kembali ke Madrid, sementara dua lainnya berupaya keluar dari Iran melalui jalur darat.
Respons FIFA dan Kemungkinan Skenario Pengganti
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyampaikan bahwa pihaknya memantau perkembangan situasi secara aktif.
“Saya membaca berita itu sama seperti Anda pagi ini. Kami mengadakan pertemuan hari ini (Rapat Umum Tahunan), dan terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci. Namun, tentu saja kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia,” kata Grafstrom.
FIFA telah mengatur skenario jika sebuah tim mengundurkan diri.
Dalam konteks Asia, Uni Emirat Arab menjadi kandidat potensial pengganti karena memiliki peringkat tertinggi di antara tim yang gagal lolos.
Alternatif lain adalah Irak, yang sebelumnya mengalahkan UEA dalam play-off kontinental dan dijadwalkan melawan Bolivia atau Suriname pada 31 Maret dalam play-off antarbenua.
Tuan Rumah, Meksiko sedang Ricuh
Selain konflik di Timur Tengah, masalah keamanan juga muncul di salah satu negara tuan rumah.
Kerusuhan pecah di Guadalajara, Meksiko, usai operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel “El Mencho”.
Insiden tersebut memicu pembakaran kendaraan, perusakan supermarket, dan penghentian sementara layanan transportasi umum, menambah tantangan logistik dan keamanan menjelang Piala Dunia 2026.
