Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Mentan Amran Umumkan RI Hentikan Impor Solar per 1 Juli 2026, Potensi Hemat Rp40 Triliun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan impor solar dihentikan mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan biodiesel B50
Redaksi Cahaya April 22, 2026 3 minutes read
Mentan Amran Umumkan RI Hentikan Impor Solar per 1 Juli 2026, Potensi Hemat Rp40 Triliun

Mentan Amran Umumkan RI Hentikan Impor Solar per 1 Juli 2026, Potensi Hemat Rp40 Triliun. Gambar: Instagram/@a.amran_sulaiman

Menteri Pertanian (menteri pertanian) RI Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan mandatory biodiesel 50 persen (B50) berbasis minyak kelapa sawit (CPO).

Kebijakan pemerintah tersebut diumumkan Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Minggu (19/4) malam.

Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan komoditas sawit sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar.

Dalam keterangannya, Amran Sulaiman menegaskan bahwa penghentian impor solar akan efektif berlaku pada pertengahan 2026.

“Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli, kita setop, B50 masuk,” ungkapnya di hadapan peserta acara.

Kebijakan pemerintah tersebut dijalankan bersamaan dengan realisasi program B50 yang memanfaatkan campuran biodiesel berbasis CPO sebagai substitusi solar fosil.

Menurut menteri pertanian, pemanfaatan sawit tidak terbatas pada produksi solar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bensin dan etanol.

“Ini energi masa depan Indonesia karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,” tegas Amran Sulaiman.

Ia menyampaikan pengembangan produk turunan sawit dilakukan sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan diversifikasi energi nasional.

Pengembangan B50 dan Kerja Sama PTPN IV

Amran Sulaiman menjelaskan, kebijakan pemerintah menghentikan impor solar dilakukan melalui tahapan pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sawit.

Kementerian Pertanian menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV untuk mengembangkan bahan bakar berbasis sawit dalam skala kecil sebelum diperluas ke skala industri besar.

Skema ini disiapkan untuk memastikan implementasi B50 berjalan sesuai rencana sebelum diterapkan secara nasional.

Ia menyatakan bahwa apabila pengembangan tersebut berjalan sesuai target, produksi akan ditingkatkan dalam skala besar.

Selain fokus pada solar, Amran Sulaiman juga menyinggung potensi hilirisasi komoditas kelapa dan sawit yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dari hulu hingga hilir.

Dalam pemaparannya, Amran menyebut potensi nilai hilirisasi komoditas kelapa dan sawit dapat mencapai Rp10.000 triliun apabila dimaksimalkan.

Ia juga menguraikan sejumlah produk turunan kelapa yang memiliki permintaan ekspor.

“Kita punya air kelapa, minyak kelapa murni, hingga susu kelapa yang saat ini tinggi permintaan untuk ekspor,” ucap Amran.

Kunjungan ke ITS dan Pemesanan Alsintan

Dalam kunjungan yang sama di ITS Surabaya pada Minggu (19/4) malam, Amran Sulaiman turut meninjau inovasi teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) karya mahasiswa dan dosen.

Beberapa inovasi yang ditinjau antara lain traktor bertenaga listrik dan alat panjat kelapa yang dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja.

Kementerian Pertanian memesan masing-masing 10 unit traktor listrik dan alat panjat kelapa tersebut sebagai media uji coba.

Pemesanan dilakukan karena inovasi dinilai memiliki keunggulan dari sisi efisiensi dan biaya.

Traktor listrik yang dikembangkan ITS disebut memiliki harga sekitar separuh dari harga traktor pada umumnya serta tidak menggunakan solar karena berbasis listrik.

“Kita percayakan pada ITS lewat alat panjat kelapa ini. Selain itu, traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi, ini hemat,” pungkas Amran Sulaiman.

Penghentian impor solar mulai 1 Juli 2026 melalui penerapan B50 menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan sawit sebagai sumber energi alternatif.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan pengembangan hilirisasi komoditas kelapa dan sawit serta dukungan terhadap inovasi teknologi pertanian dalam negeri.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Eni Temukan Cadangan Gas Besar di Kaltim, Bahlil: Strategi agar Gas Kita Tidak Impor
Next: Alasan Ikan Sapu-Sapu Harus Dimusnahkan, Ini Fakta di Baliknya

Related News

facilities-waterfront-PIK2-2048x1152
  • News

Pantai Indah Kapuk 2: Tokyo Riverside, Destinasi Modern di Jakarta

rudolf May 16, 2026
Mengenal Sundubu Jjigae, Sup Tahu Sutra Pedas Khas Korea
  • News

Mengenal Sundubu Jjigae, Sup Tahu Sutra Pedas Khas Korea

Redaksi Cahaya May 14, 2026
Cara Membuat Gimbap, Nasi Gulung Korea yang Praktis dan Mengenyangkan
  • News

Cara Membuat Gimbap, Nasi Gulung Korea yang Praktis dan Mengenyangkan

Redaksi Cahaya May 14, 2026

Recent Posts

  • Pantai Indah Kapuk 2: Tokyo Riverside, Destinasi Modern di Jakarta
  • Knalpot Silencer: Mengurangi Kebisingan dan Meningkatkan Kinerja Kendaraan
  • Mengenal Sundubu Jjigae, Sup Tahu Sutra Pedas Khas Korea
  • Cara Membuat Gimbap, Nasi Gulung Korea yang Praktis dan Mengenyangkan
  • Haemul Pajeon, Pancake Korea dengan Udang dan Cumi yang Populer saat Hujan
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 FILM HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID REST AREA SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

facilities-waterfront-PIK2-2048x1152
  • News

Pantai Indah Kapuk 2: Tokyo Riverside, Destinasi Modern di Jakarta

rudolf May 16, 2026
c1ea81f561df7e6a4766baf9068e4607
  • otomotif

Knalpot Silencer: Mengurangi Kebisingan dan Meningkatkan Kinerja Kendaraan

rudolf May 15, 2026
Mengenal Sundubu Jjigae, Sup Tahu Sutra Pedas Khas Korea
  • News

Mengenal Sundubu Jjigae, Sup Tahu Sutra Pedas Khas Korea

Redaksi Cahaya May 14, 2026
Cara Membuat Gimbap, Nasi Gulung Korea yang Praktis dan Mengenyangkan
  • News

Cara Membuat Gimbap, Nasi Gulung Korea yang Praktis dan Mengenyangkan

Redaksi Cahaya May 14, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.