Kebakaran Besar Landa Kampung Bahagia Malaysia, Ribuan Rumah Hangus Terbakar. Gambar: Greenwich Time
Kebakaran hebat melanda kawasan rumah terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4) dini hari sekitar pukul 01.30–01.32 waktu setempat, menghanguskan sekitar 1.000 rumah dan menyebabkan lebih dari 9.000 warga terdampak.
Peristiwa yang terjadi di distrik Sandakan tersebut membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah api dengan cepat menyebar di permukiman padat yang mayoritas terdiri dari rumah kayu di atas tiang.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan otoritas terkait.
Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, George Abd Rakman, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 01.30 waktu setempat dan area tersebut kemudian ditetapkan sebagai zona bencana pada pukul 04.00 pagi.
Ia menyebut kawasan itu dihuni sekitar 1.200 rumah.
“Daerah ini merupakan tempat tinggal bagi sekitar 1.200 rumah, dan jumlah rumah yang terdampak sekitar 1.000 rumah dengan 9.007 korban,” kata George dalam laporan Bernama, Minggu (19/4).
George juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Sejauh ini, saya belum menerima laporan korban jiwa. Yang terjadi kemungkinan adalah cedera saat menyelamatkan harta benda atau membantu warga lain,” katanya.
Berdasarkan laporan kantor berita negara Bernama, lebih dari 9.000 warga terdampak kebakaran, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.
Kronologi dan Kondisi di Lokasi
Kebakaran terjadi di salah satu desa terapung di Sabah yang dihuni rumah-rumah kayu yang dibangun di atas tiang.
Permukiman tersebut menjadi tempat tinggal bagi sejumlah komunitas, termasuk kelompok tanpa kewarganegaraan dan masyarakat adat.
Api dilaporkan cepat membesar dan menyebar di antara bangunan yang berdempetan.
Kepala pemadam kebakaran dan penyelamatan distrik Sandakan, Jimmy Lagung, menyampaikan bahwa pihak berwenang diberitahu tentang kebakaran sekitar pukul 01.32 pagi.
Ia menjelaskan faktor yang mempercepat penyebaran api di kawasan tersebut.
“Angin kencang dan jarak antar rumah yang berdekatan menyebabkan api menyebar dengan cepat, sementara kondisi air surut juga mempersulit pencarian sumber air terbuka,” kata Jimmy Lagung dalam pernyataan resmi.
Akibat peristiwa tersebut, ribuan orang terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka hangus terbakar.
Area terdampak mencakup sekitar 1.000 unit rumah dari total kurang lebih 1.200 rumah yang ada di Kampung Bahagia.
Penanganan dan Respons Pemerintah Malaysia
Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi terkait.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM) bertindak sebagai komandan insiden, sementara Angkatan Pertahanan Sipil Malaysia (APM) turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.
George Abd Rakman menyatakan aparat terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak guna mempercepat proses evakuasi sekaligus penyaluran bantuan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak JBPM.
Di tingkat nasional, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa pemerintah federal tengah berkoordinasi dengan otoritas Sabah untuk memastikan bantuan segera diberikan kepada korban.
Ia menyebut prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga terdampak dan penyaluran bantuan di lapangan.
Anwar juga menyatakan pemerintah berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Sabah untuk menyediakan bantuan dasar dan penempatan sementara bagi warga terdampak.
Sementara itu, Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Sabah dan Sarawak), Datuk Mustapha Sakmud, menyampaikan bahwa kebakaran di Kampung Bahagia menyebabkan hampir 1.000 rumah terdampak dan memengaruhi ribuan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada media, dilansir dari thestar.com.
Pemerintah Malaysia, baik federal maupun negara bagian Sabah, memastikan Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia dan lembaga terkait lainnya telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga terdampak.
Upaya penyaluran bantuan dasar dan relokasi sementara terus dilakukan seiring proses pendataan korban serta penyelidikan penyebab kebakaran oleh otoritas berwenang.
