Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Negosiasi AS-Iran di Islamabad Berjalan Alot, Ini Poin Krusial yang jadi Hambatan

Negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal capai gencatan senjata, terkendala isu nuklir, Selat Hormuz, dan konflik Israel-Lebanon.
Redaksi Cahaya April 14, 2026 4 minutes read
Negosiasi AS-Iran di Islamabad Berjalan Alot, Ini Poin Krusial yang jadi Hambatan

Negosiasi AS-Iran di Islamabad Berjalan Alot, Ini Poin Krusial yang jadi Hambatan. Gambar: Dok. Asharq Al-Awsat

Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah perundingan tingkat tinggi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu hingga Minggu (12/04).

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan ini melibatkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan fokus pada penghentian konflik internasional yang melibatkan Israel, program nuklir Iran, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kebuntuan terjadi karena perbedaan mendasar terkait isu nuklir, Selat Hormuz, dan serangan Israel di Lebanon.

Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa Iran menolak persyaratan yang diajukan oleh Amerika Serikat.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Vance, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa Washington membutuhkan “komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir.”

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa tidak ada ekspektasi tercapainya kesepakatan dalam satu pertemuan.

“Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu sesi saja. Tidak ada yang mengharapkan hal seperti itu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembicaraan berlangsung dalam suasana ketidakpercayaan dan masih terdapat perbedaan signifikan pada beberapa isu utama.

Poin Krusial yang Menghambat Kesepakatan

Isu paling dominan dalam politik internasional yang menghambat kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran adalah program nuklir Teheran.

Amerika Serikat menuntut penghentian total pengayaan uranium serta pembongkaran fasilitas senjata, sementara Iran bersikeras mempertahankan hak pengembangan nuklir untuk tujuan damai dan pencabutan sanksi ekonomi.

Perbedaan ini mencerminkan kesenjangan kepentingan strategis yang sulit dijembatani dalam waktu singkat.

Selain itu, Selat Hormuz menjadi titik krusial lainnya. Iran menuntut pengakuan atas kontrol strategisnya di jalur energi global tersebut serta kompensasi perang dan pencairan aset yang dibekukan.

Sebaliknya, Amerika Serikat mendesak jaminan kebebasan navigasi dan bahkan mengusulkan pengelolaan bersama tarif pelayaran.

Ketegangan di selat ini berdampak langsung pada stabilitas energi global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi wilayah tersebut.

Faktor lain yang memperumit negosiasi adalah keterlibatan Israel dalam konflik internasional di kawasan.

Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus berlanjut meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati sebelumnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militernya belum berakhir dengan menyatakan, “Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus melawan rezim teror Iran dan proksinya.”

Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran semangat gencatan senjata dan berpotensi menggagalkan proses diplomasi.

Peran Pakistan sebagai Mediator

Pakistan memainkan peran penting sebagai mediator dalam perundingan ini.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kedua negara dan menyerukan kelanjutan gencatan senjata.

“Sangat penting bagi semua pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” ujarnya, seraya menegaskan kesiapan Pakistan untuk terus memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran.

Perundingan di Islamabad merupakan kontak tingkat tertinggi antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat lainnya.

Meskipun berlangsung intensif, kedua pihak hanya mencapai kesepahaman terbatas dan gagal menyelesaikan perbedaan pada dua hingga tiga isu utama.

Dampak Konflik terhadap Stabilitas Kawasan

Konflik internasional antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel telah menimbulkan dampak luas di kawasan Timur Tengah.

Perang yang dimulai pada 28 Februari menyebabkan lebih dari 2.000 hingga 3.000 korban jiwa serta kerusakan signifikan pada infrastruktur militer dan sipil.

Iran merespons serangan dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat, sekaligus membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Ketegangan ini memicu krisis energi global dan meningkatkan risiko eskalasi regional.

Serangan Israel di Lebanon selatan juga dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil dan memperburuk situasi keamanan.

Di tengah kondisi tersebut, gencatan senjata sementara selama dua pekan memberikan ruang bagi diplomasi, namun belum mampu menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Meskipun negosiasi di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, kedua pihak menyatakan bahwa jalur komunikasi tetap terbuka.

Iran menyatakan keyakinannya bahwa kontak diplomatik akan terus berlanjut, sementara Amerika Serikat menegaskan bahwa proposal yang diajukan tetap menjadi dasar pembahasan di masa mendatang.

Pakistan pun menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi dialog demi mencapai stabilitas dan perdamaian di kawasan.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Como vs Inter 3-4: Nerazzurri Kian Dekat ke Scudetto
Next: Negosiasi Buntu, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz dan Kapal Iran

Related News

Royal Enfield Luncurkan Motor Listrik Flying Flea C6, Harga Mulai Rp51 Jutaan
  • News

Royal Enfield Luncurkan Motor Listrik Flying Flea C6, Harga Mulai Rp51 Jutaan

Redaksi Cahaya April 14, 2026
Viral! Balita 1 Tahun Alami Hipotermia Saat Diajak Mendaki Gunung Ungaran
  • News

Viral! Balita 1 Tahun Alami Hipotermia Saat Diajak Mendaki Gunung Ungaran

Redaksi Cahaya April 14, 2026
Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta untuk 100 Anak Betawi
  • News

Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta untuk 100 Anak Betawi

Redaksi Cahaya April 14, 2026

Recent Posts

  • Royal Enfield Luncurkan Motor Listrik Flying Flea C6, Harga Mulai Rp51 Jutaan
  • Viral! Balita 1 Tahun Alami Hipotermia Saat Diajak Mendaki Gunung Ungaran
  • Prediksi Liverpool vs PSG 15 April 2026, Mampukah The Reds Bangkit di Anfield?
  • Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona: Misi Comeback Berat Blaugrana di Metropolitano
  • Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta untuk 100 Anak Betawi
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PERISTIWA DI DAERAH PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Royal Enfield Luncurkan Motor Listrik Flying Flea C6, Harga Mulai Rp51 Jutaan
  • News

Royal Enfield Luncurkan Motor Listrik Flying Flea C6, Harga Mulai Rp51 Jutaan

Redaksi Cahaya April 14, 2026
Viral! Balita 1 Tahun Alami Hipotermia Saat Diajak Mendaki Gunung Ungaran
  • News

Viral! Balita 1 Tahun Alami Hipotermia Saat Diajak Mendaki Gunung Ungaran

Redaksi Cahaya April 14, 2026
Prediksi Liverpool vs PSG 15 April 2026, Mampukah The Reds Bangkit di Anfield?
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Prediksi Liverpool vs PSG 15 April 2026, Mampukah The Reds Bangkit di Anfield?

Aura April 14, 2026
Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona Misi Comeback Berat Blaugrana di Metropolitano
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona: Misi Comeback Berat Blaugrana di Metropolitano

Aura April 14, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.