Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah 10 Hari Misi ke Bulan

Misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi setelah hampir 10 hari mengelilingi Bulan, dengan kapsul Orion mendarat aman di Samudra Pasifik.
Redaksi Cahaya April 13, 2026 3 minutes read
Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah 10 Hari Misi ke Bulan

Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah 10 Hari Misi ke Bulan. Gambar: Dok. NASA

Empat awak misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan hampir 10 hari mengelilingi Bulan.

Kapsul Orion yang membawa para astronot mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, lepas pantai California, dekat San Diego, pada Jumat (11/4) pukul 17.07 PDT atau Sabtu (12/4) pagi waktu Indonesia.

Misi berawak pertama dalam program Artemis ini dijalankan oleh NASA untuk menguji sistem penerbangan menuju eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan pada misi berikutnya.

Setelah splashdown, Komandan Reid Wiseman memastikan kondisi kru dalam keadaan baik.

“Sungguh perjalanan yang luar biasa. Kami dalam kondisi stabil. Empat anggota kru yang masih hijau,” kata Wiseman.

Para astronot kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Angkatan Laut AS menuju kapal induk USS John P. Murtha untuk menjalani pemeriksaan medis awal sebelum dijadwalkan kembali ke Pusat Antariksa Johnson di Houston.

Administrator NASA Jared Isaacman yang berada di atas USS John P. Murtha menegaskan pentingnya pencapaian ini.

“Ini bukan hanya pencapaian bagi NASA. Ini adalah pencapaian bagi umat manusia, sekali lagi, misi bersejarah ke Bulan dan kembali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan misi tersebut.

Rangkaian Misi dan Pencapaian Penerbangan

Misi Artemis II diluncurkan pada 1 April dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS) dengan daya dorong 8,8 juta pound.

Awak yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada menempuh jarak total 694.481 mil, dengan jarak terjauh dari Bumi mencapai 252.756 mil, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang misi Apollo 13 pada 1970.

Selama penerbangan, kru melakukan berbagai pengujian penting pada pesawat ruang angkasa Orion, termasuk sistem pendukung kehidupan, prosedur darurat, serta pengendalian manual untuk memvalidasi kemampuan manuver.

Mereka juga menjalankan eksperimen ilmiah terkait kesehatan manusia di lingkungan mikrogravitasi serta mendokumentasikan lebih dari 7.000 gambar permukaan Bulan, termasuk kawah, aliran lava purba, dan fenomena gerhana matahari dari perspektif luar angkasa.

Proses kembali ke atmosfer menjadi salah satu tahap paling kritis dalam misi ini.

Pengendali penerbangan Jeff Radigan menekankan pentingnya prosedur yang cermat selama evakuasi.

“Kami perlu melakukan ini dengan tenang dan sistematis. Seperti operasi apa pun, Anda harus meluangkan waktu yang tepat untuk memastikan kita melakukannya dengan sukses,” ujarnya.

Proses evakuasi dari kapsul hingga ke kapal induk berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit.

Keberhasilan tahap masuk kembali ini menjadi pencapaian penting, mengingat adanya temuan retakan dan lubang pada perisai panas Orion setelah uji terbang tanpa awak Artemis I pada 2022.

Pada misi berawak ini, sistem perlindungan panas dan prosedur pendaratan terbukti berfungsi sesuai desain, memastikan keselamatan seluruh kru.

Wakil Administrator NASA Amit Kshatriya menyoroti kolaborasi internasional dalam keberhasilan misi tersebut.

“Awak Artemis II telah kembali ke Bumi. Sistem masuk kembali atmosfer, penurunan, dan pendaratan berfungsi sesuai desain dan uji akhir diselesaikan sesuai rencana. Momen ini milik ribuan orang di empat belas negara yang membangun, menguji, dan mempercayai wahana ini. Kerja keras mereka melindungi empat nyawa manusia yang terbang dengan kecepatan 25.000 mil per jam dan membawa mereka kembali ke Bumi dengan selamat,” katanya.

Selama misi, Orion mendekati permukaan Bulan hingga jarak sekitar 4.067 mil.

Selain pengujian teknis, kru juga mengusulkan nama untuk dua kawah dan mengamati kilatan dampak meteoroid di sisi gelap permukaan.

Data dan pengalaman dari penerbangan ini akan digunakan untuk menyempurnakan misi Artemis III yang direncanakan membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan serta mendukung rencana kehadiran manusia di sana.

Dengan keberhasilan misi ini, fokus program Artemis kini beralih pada persiapan Artemis III, termasuk integrasi Orion dengan wahana pendarat komersial di orbit Bumi rendah.

Program ini merupakan bagian dari rencana eksplorasi ruang angkasa jangka panjang, termasuk misi berawak ke Mars di masa depan.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Hasil Persis vs Semen Padang 2-1: Laskar Sambernyawa Keluar dari Zona Degradasi
Next: Malut United vs Dewa United 1-2: Brace Alex Martins Bawa Kemenangan Dramatis

Related News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
  • News

RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka
  • News

Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka

Redaksi Cahaya April 13, 2026

Recent Posts

  • Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Chelsea vs Man City 0-3 The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Premier League
  • Sepakbola

Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Crystal Palace vs Newcastle 2-1 Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Premier League
  • Sepakbola

Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Futsal Indonesia vs Thailand 1-2 Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sepakbola

Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.