Satgas PKH Amankan Aset Rp370 Triliun, Prabowo Sebut Setara 10% APBN. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) berhasil mengamankan aset negara senilai sekitar Rp370 triliun dalam kurun waktu 1,5 tahun.
Capaian tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan uang negara di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).
Nilai aset yang diamankan itu disebut setara hampir 10 persen dari APBN, sehingga memberikan tambahan ruang fiskal bagi anggaran negara.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kinerja Satgas PKH yang dinilai berhasil menguasai kembali aset negara di kawasan hutan.
“Satgas ini berhasil melakukan penguasaan kembali aset negara kawasan hutan yang bila dinilai, nilai tersebut adalah sekitar Rp370 triliun. Padahal, seluruh APBN kita adalah Rp3.700 triliun,” kata Prabowo.
“Kurang lebih berarti yang dilakukan oleh Satgas PKH dalam satu setengah tahun ini menyelamatkan hampir 10 persen dari APBN,” sambungnya.
Selain penguasaan aset, pemerintah juga berhasil menyelamatkan uang tunai sebesar Rp31,3 triliun yang telah disetorkan ke kas negara.
Dana tersebut berasal dari berbagai penindakan sejak 2025, termasuk denda administratif, penerimaan negara bukan pajak, serta setoran pajak dari sejumlah entitas.
Upaya ini memperkuat posisi fiskal negara dan mendukung optimalisasi anggaran negara.
Rincian Penyelamatan Aset dan Dana Negara
Total dana tunai Rp31,3 triliun yang berhasil diamankan oleh Satgas PKH berasal dari beberapa tahap penindakan.
Pada Oktober 2025, pemerintah menyelamatkan Rp13,3 triliun dari kasus korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.
Selanjutnya pada Desember 2025 terkumpul Rp6,6 triliun, dan per 10 April 2026 bertambah Rp11,42 triliun.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menjelaskan bahwa setoran terbaru Rp11,42 triliun terdiri dari beberapa sumber penerimaan negara.
Kontribusi terbesar berasal dari denda administratif di bidang kehutanan sebesar Rp7,2 triliun.
Selain itu, terdapat penerimaan negara bukan pajak dari penanganan tindak pidana korupsi sebesar Rp1,9 triliun, setoran pajak periode Januari–April 2026 sebesar Rp967 miliar, setoran pajak dari PT Agrinas Palma Nusantara sekitar Rp100 miliar lebih, serta PNBP dari denda lingkungan hidup sebesar Rp1,1 triliun.
“Total yang kami serahkan ke kas negara Rp11,42 triliun,” ujar Burhanuddin.
Di luar dana tunai, nilai terbesar berasal dari penguasaan kembali kawasan hutan yang sebelumnya dimanfaatkan secara ilegal.
Pemerintah mencatat total aset yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp370 triliun hingga Rp371 triliun.
Capaian ini menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan negara melalui perbaikan tata kelola sektor kehutanan.
Pemanfaatan Dana untuk Pembangunan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa nilai aset yang diselamatkan Satgas PKH dapat memberikan dampak signifikan bagi pembangunan nasional.
Ia mencontohkan bahwa dana tersebut dapat digunakan untuk memodernisasi sekolah di seluruh Indonesia, termasuk penyediaan layar digital dan perbaikan fasilitas sanitasi.
“Semua sekolah seluruh Indonesia kita perbaiki, kita bikin modern, kita lengkapi dengan digitalisasi dengan layar-layar digital yang cerdas, kita perbaiki semua MCK di semua sekolah kita,” ucap Prabowo.
Selain sektor pendidikan, dana tersebut juga berpotensi digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan di desa guna meningkatkan akses masyarakat.
Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota Satgas PKH atas dedikasi mereka dalam menyelamatkan aset dan anggaran negara.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk ancaman dan intimidasi terhadap petugas.
“Bagi kita, bagi elite yang ada di Jakarta, di ruangan AC, kita bisa bayangkan betapa sulitnya bekerja Satgas PKH ini. Dan saya mengerti saudara-saudara, saya mengerti karena seorang presiden, punya banyak mata dan telinga, saya paham banyak anggota Satgas PKH yang diancam ada juga yang diintimidasi dan sebagainya, sekali lagi saya sangat menghargai pekerjaan dan pengorbanan saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Keberhasilan Satgas PKH dalam mengamankan aset bernilai ratusan triliun rupiah memperkuat kapasitas fiskal pemerintah serta mendukung optimalisasi APBN untuk berbagai program pembangunan nasional.
Upaya ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga aset negara dan meningkatkan tata kelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
