Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Israel dan Lebanon Dijadwalkan Negosiasi di AS Pekan Depan

Perwakilan Israel dan Lebanon dijadwalkan menggelar negosiasi gencatan senjata di Washington, D.C. pada 14 April dengan mediasi Amerika Serikat.
Redaksi Cahaya April 12, 2026 4 minutes read
Israel dan Lebanon Dijadwalkan Negosiasi di AS Pekan Depan

Israel dan Lebanon Dijadwalkan Negosiasi di AS Pekan Depan. Gambar: Council on Foreign Relations

Perwakilan Israel dan Lebanon dijadwalkan menggelar negosiasi gencatan senjata di Washington, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (14/4).

Pertemuan ini akan difasilitasi oleh pemerintah Amerika Serikat dan melibatkan delegasi resmi kedua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik langsung.

Negosiasi ini bertujuan membahas deklarasi gencatan senjata serta penetapan tanggal dimulainya perundingan formal antara kedua pihak.

Kepresidenan Lebanon menyatakan bahwa kesepakatan untuk menggelar pertemuan tersebut dicapai setelah komunikasi antara duta besar Lebanon dan Israel untuk AS, serta duta besar Amerika Serikat untuk Lebanon yang berlangsung di Washington pada Jumat (10/4).

“Selama panggilan telepon, disepakati untuk mengadakan pertemuan pertama Selasa depan di Departemen Luar Negeri untuk membahas deklarasi gencatan senjata dan tanggal dimulainya negosiasi antara Lebanon dan Israel di bawah naungan AS,” tulis pernyataan Kepresidenan Lebanon.

Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa negaranya menyetujui dimulainya perundingan damai formal dengan pemerintah Lebanon, namun menolak keterlibatan Hizbullah.

“Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah, yang terus menyerang Israel dan merupakan penghalang utama perdamaian antara kedua negara,” jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan posisi Israel dalam proses diplomatik yang dimediasi oleh AS.

Latar Belakang dan Perkembangan Konflik

Negosiasi ini berlangsung di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur secara signifikan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan kesiapan negaranya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Israel, terutama setelah meningkatnya tekanan internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan militer Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 1.888 orang dan melukai 6.092 lainnya.

Dalam serangan udara terbesar yang terjadi pada Rabu sebelumnya, lebih dari 100 target dihantam dalam waktu 10 menit, menyebabkan 303 korban tewas dan 1.150 orang terluka.

Selain itu, otoritas Lebanon melaporkan bahwa 13 personel keamanan negara tewas akibat serangan di Nabatiyeh, sementara korban lainnya termasuk tujuh anggota keluarga di Abbassieh, 11 orang di Zrarieh, serta dua korban di pusat medis Burj Qalaway.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah “menghilangkan lebih dari 180 militan” Hizbullah dalam salah satu gelombang serangan, serta “membongkar” lebih dari 4.300 situs kelompok tersebut sejak konflik meletus.

Hizbullah juga melancarkan serangan balasan, termasuk peluncuran roket ke wilayah Israel utara dan serangan rudal terhadap pangkalan angkatan laut di Ashdod.

Posisi Para Pihak dalam Negosiasi

Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa negosiasi hanya akan dilakukan oleh negara melalui lembaga konstitusionalnya.

“Tidak ada yang bernegosiasi atas nama Lebanon kecuali negara Lebanon,” ujar Perdana Menteri Nawaf Salam.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintahnya telah mengintensifkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata yang melindungi kedaulatan dan kepentingan rakyat Lebanon.

Sementara itu, pemimpin Hizbullah Naim Qassem mendesak pemerintah Lebanon untuk tidak memberikan “konsesi cuma-cuma” kepada Israel dan menegaskan bahwa “perlawanan akan berlanjut hingga napas terakhir.”

Hizbullah juga menolak pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel serta menyerukan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Di tingkat internasional, Amerika Serikat berperan sebagai mediator utama dalam negosiasi ini.

Delegasi AS akan dipimpin oleh Duta Besar untuk Lebanon Michel Issa, dengan Israel diwakili oleh Yechiel Leiter dan Lebanon oleh Nada Hamadeh-Moawad.

Upaya diplomatik ini muncul setelah adanya perdebatan mengenai apakah gencatan senjata antara AS dan Iran juga mencakup Lebanon, yang dibantah oleh Washington dan Tel Aviv.

Dampak Kemanusiaan dan Situasi Terkini

Konflik yang berlangsung telah memicu krisis kemanusiaan yang signifikan di Lebanon.

Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi akibat serangan yang terus berlanjut, sementara gangguan distribusi pangan meningkatkan risiko kerawanan pangan di berbagai wilayah.

Serangan udara Israel juga menargetkan infrastruktur penting, termasuk fasilitas kesehatan dan jalur transportasi menuju bandara internasional Beirut, meskipun terdapat jaminan dari pihak diplomatik bahwa fasilitas tersebut akan dilindungi.

Di tengah situasi tersebut, komunitas internasional terus memberikan tekanan diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Negosiasi yang akan berlangsung di Washington diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas kawasan, dengan fokus utama pada penghentian permusuhan dan pembukaan jalur diplomatik antara kedua negara dalam kerangka konflik internasional yang lebih luas.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Pria di Pati Hancurkan Rumah Sendiri, Diduga Emosi Istri Dilamar Pria Lain
Next: Hasil Persis vs Semen Padang 2-1: Laskar Sambernyawa Keluar dari Zona Degradasi

Related News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
  • News

RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka
  • News

Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka

Redaksi Cahaya April 13, 2026

Recent Posts

  • Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Chelsea vs Man City 0-3 The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Premier League
  • Sepakbola

Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Crystal Palace vs Newcastle 2-1 Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Premier League
  • Sepakbola

Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Futsal Indonesia vs Thailand 1-2 Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sepakbola

Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.