Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon

PBB mengungkap satu prajurit TNI UNIFIL tewas akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya gugur karena ledakan IED diduga dipasang Hizbullah di Lebanon selatan.
Redaksi Cahaya April 10, 2026 4 minutes read
PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon

PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil penyelidikan awal terkait tewasnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan pada 29 dan 30 Maret 2026.

Temuan awal tersebut mengungkap satu prajurit TNI gugur akibat proyektil tank yang ditembakkan militer Israel, sementara dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang diduga dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Hasil investigasi awal ini disampaikan PBB di New York dan telah diteruskan kepada Pemerintah Indonesia melalui United Nations Department of Peace Operations (UNDPO) pada Senin (6/4).

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menjelaskan hasil temuan awal tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (7/4) dan Rabu (8/4).

“Ini adalah temuan awal yang didasarkan pada bukti fisik awal,” kata Stephane Dujarric.

Ia juga memaparkan rincian penyelidikan terkait insiden Minggu (29/3).

“Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe,” kata Stephane Dujarric dalam jumpa pers, Rabu (8/4).

Untuk insiden Senin (30/3), dua prajurit TNI gugur di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan, akibat ledakan IED.

“Terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire). Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” tutur Stephane.

Rincian Investigasi Awal PBB

Stephane Dujarric menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan temuan awal dan investigasi penuh masih berjalan.

“Perlu saya tegaskan kembali bahwa ini merupakan temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal. Proses investigasi penuh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa masih berlangsung, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh di tengah situasi permusuhan yang masih berlangsung,” katanya.

Ia menyebut insiden tersebut tidak dapat diterima dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, sebelumnya menyatakan ledakan di pinggir jalan diduga menjadi penyebab utama serangan terhadap konvoi pasukan penjaga perdamaian.

Di tengah proses penyelidikan, situasi keamanan di Lebanon selatan dilaporkan masih memanas.

Pada Selasa, serangan udara dilaporkan memaksa konvoi bantuan kemanusiaan yang diorganisasi oleh Kedutaan Vatikan untuk berbalik arah.

Pada hari yang sama, misi UNIFIL melaporkan militer Israel sempat menghalangi konvoi logistik dan menahan seorang personel penjaga perdamaian.

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan penahanan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Militer Israel membantah terlibat dalam kematian prajurit TNI dan menyatakan tidak menempatkan bahan peledak di lokasi kejadian serta tidak memiliki personel di area tersebut saat insiden berlangsung.

Duta Besar Israel untuk PBB menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menegaskan pentingnya pertanggungjawaban.

“Harus ada pertanggungjawaban atas kejadian ini,” tegasnya tak lama setelah prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur di Lebanon.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla, menyampaikan bahwa UNDPO telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada Pemerintah Indonesia pada Senin (6/4).

“Memang betul pada 6 April United Nations Department of Peace Operations telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia hasil investigasi awal atau preliminary findings mengenai insiden tanggal 29 dan 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia,” ujar Veronica dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8/4).

Pemerintah Indonesia mencatat hasil tersebut dan mendesak investigasi menyeluruh.

“Pemerintah Indonesia dalam hal ini telah mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang terjadi terhadap personel perdamaian,” ujarnya.

“Ini masih merupakan preliminary investigation. Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi temuan investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemeliharaan perdamaian,” sambungnya.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Next: Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang

Related News

Baru Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel ke Lebanon
  • News

Baru Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel ke Lebanon

Redaksi Cahaya April 10, 2026
Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang
  • News

Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang

Redaksi Cahaya April 10, 2026
Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
  • News

Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Redaksi Cahaya April 10, 2026

Recent Posts

  • Baru Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel ke Lebanon
  • Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang
  • PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon
  • Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
  • Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung Diduga akibat Kecanduan Judol
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ASTON VILLA ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI IDULFITRI 2026 INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Baru Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel ke Lebanon
  • News

Baru Dibuka, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel ke Lebanon

Redaksi Cahaya April 10, 2026
Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang
  • News

Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Bus Listrik Pertama di Magelang

Redaksi Cahaya April 10, 2026
PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon
  • News

PBB Ungkap Hasil Investigasi Tewasnya 3 TNI di Lebanon

Redaksi Cahaya April 10, 2026
Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
  • News

Pemerintah Kaji Opsi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Redaksi Cahaya April 10, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.