Viral! Ayah di Purwakarta Tewa Dikeroyok saat Acara Hajatan usai Tolak Beri Uang Miras ke Preman. Gambar: Kolase Instagram/@halokrw
Seorang pria bernama Dadang (57) tewas akibat pengeroyokan saat menggelar hajatan pernikahan putrinya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (4/4).
Insiden tersebut terjadi setelah korban menolak permintaan uang dari sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk.
Peristiwa tragis ini viral di media sosial karena terjadi di tengah suasana pesta pernikahan yang seharusnya berlangsung khidmat.
Pengeroyokan bermula ketika sejumlah orang mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang kepada tuan rumah.
Dadang sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu, namun para pelaku kembali meminta tambahan Rp500 ribu.
Penolakan korban memicu keributan yang berujung pada aksi kekerasan hingga korban tidak sadarkan diri.
Adik korban, Wahyu Rabbani, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.
“Awalnya mereka minta uang, malak gitu. Pertama sudah dikasih, tapi kemudian minta lagi kedua kalinya sebesar Rp500.000. Karena tidak dikasih, terjadilah kejadian itu,” ujar Wahyu kepada wartawan, Minggu (5/4).
Kronologi Kejadian
Insiden pengeroyokan terjadi saat pesta pernikahan berlangsung pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 14.50 WIB, ketika hiburan organ tunggal sedang berlangsung.
Sekelompok orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras datang ke lokasi hajatan dan memicu keributan.
Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menjelaskan bahwa keributan bermula dari permintaan uang untuk membeli minuman tambahan.
“Dikarenakan di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan,” kata Firman kepada wartawan, Minggu (5/4).
Dadang selaku tuan rumah berusaha menenangkan situasi, namun justru menjadi sasaran pengeroyokan. Korban dikejar hingga ke depan rumah dan dipukul menggunakan sebilah bambu.
“Korban dipukul dengan menggunakan sebilah bambu ke kepala bagian belakang,” ungkap Firman.
Akibat pengeroyokan tersebut, Dadang terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Keluarga segera membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum dan rencana autopsi.
Kesaksian Keluarga
Peristiwa pengeroyokan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Sepupu korban, Asep Prabani, yang datang dari Batam untuk menghadiri pernikahan, mengaku tidak menyangka kedatangannya berakhir dengan mengantar jenazah sepupunya.
“Kami baru sampai dari perjalanan Lampung, pas datang itu lagi prosesi akad nikah. Karena capek, kami istirahat di masjid dekat lokasi. Menjelang Ashar, terdengar suara riuh dan teriakan ibu-ibu. Saya pikir lagi saweran, ternyata ada pengeroyokan,” kata Asep.
Ia menambahkan bahwa korban dipukul menggunakan benda tumpul hingga tidak sadarkan diri.
“Katanya pakai bambu. Kami sangat terpukul karena Kang Dadang ini orang baik, dia sedang menikahkan putrinya,” tambahnya.
Selain menewaskan Dadang, insiden tersebut juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan keluarga, sedikitnya tiga orang mengalami luka akibat senjata tajam, sementara pihak kepolisian masih mendalami jumlah pasti korban lainnya.
Penanganan Kasus oleh Polisian
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang berujung kematian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keributan di lokasi hajatan memicu aksi kekerasan terhadap korban.
“Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan, kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.
“Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.
Dalam perkembangan kasus ini, satu pelaku bernama Kendi Renaldi (34) telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta.
Sementara itu, aparat kepolisian masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Hari ini tim Reskrim sedang memburu pelaku yang masih buron. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku lainnya dapat segera ditangkap,” ujar Enjang.
