Bali jadi Tuan Rumah Pembuka Red Bull Cliff Diving 2026. Gambar: Ilustrasi Canva
Bali resmi ditetapkan sebagai tuan rumah pembuka musim ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series 2026, menghadirkan ajang olahraga ekstrem kelas dunia yang akan digelar di dua lokasi ikonik di Pulau Dewata.
Kompetisi ini akan dibuka di Air Terjun Kroya, Buleleng, sebelum berlanjut ke Tebing T-Rex di Pantai Kelingking, Nusa Penida.
Penunjukan ini menandai pertama kalinya seri pembuka ajang Red Bull Cliff digelar di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai destinasi olahraga ekstrem internasional.
Sebanyak 24 atlet terbaik dunia dijadwalkan berlaga dalam kompetisi ini, dengan lompatan dari ketinggian hingga 27 meter.
Seri pembuka dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026, dengan siaran langsung final pukul 20.00 WITA melalui Red Bull TV.
Ajang ini menjadi pembuka rangkaian musim 2026 yang akan berlanjut ke sejumlah negara sebelum ditutup di Oman pada November 2026.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan dukungan penuh TNI Angkatan Laut dalam pengamanan dan pelaksanaan kompetisi internasional tersebut.
“TNI AL menyambut baik kerja sama ini, dengan pengamanan dan dukungan operasional yang optimal, Indonesia dapat menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menjadi tuan rumah perhelatan olahraga dunia,” ujar Muhammad Ali di Jakarta, Selasa (31/3).
Konsep Kompetisi
Musim ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series menghadirkan konsep unik dengan dua lokasi yang kontras.
Air Terjun Kroya di Buleleng menjadi lokasi pembuka dengan latar hutan tropis dan kolam alami, sementara Tebing T-Rex di Pantai Kelingking, Nusa Penida, menjadi lokasi laga puncak yang langsung menghadap Samudra Hindia dengan ombak besar.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi, titik lompatan dipasang di atas pohon yang menjulang di atas Air Terjun Kroya, menghadirkan tantangan baru bagi para atlet.
Ajang ini juga menjadi panggung perebutan Trofi King Kahekili, penghargaan tertinggi dalam olahraga cliff diving.
Dari kolam air tawar hingga perairan laut terbuka, setiap lompatan di Bali dirancang untuk menguji kekuatan, presisi, dan teknik para atlet dunia dalam kondisi alam yang berbeda.
Dukungan Pengamanan dan Teknis
TNI Angkatan Laut akan memberikan dukungan teknis penting dalam penyelenggaraan kompetisi, termasuk pembacaan arus laut, pemantauan dinamika cuaca, serta penyiagaan personel di lapangan.
Selain itu, penyelam TNI AL akan bergabung dengan tim penyelamat internasional guna memastikan keselamatan atlet selama pertandingan berlangsung.
Keterlibatan TNI AL menjadi bagian dari upaya menjaga standar keselamatan tinggi yang dibutuhkan dalam ajang Red Bull Cliff, mengingat lokasi kompetisi berada di area ekstrem dengan karakter alam yang menantang.
Dukungan Pemerintah
Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Indonesia mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Ajang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah melalui promosi destinasi wisata kelas dunia.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada provinsi tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Provinsi Bali menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia ini, sekaligus memperkenalkan keindahan alam kepada masyarakat global. Bali siap menjadi panggung bagi kegiatan internasional yang berkualitas, berkelas, dan berkelanjutan,” ujar I Wayan Koster.
Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait, penyelenggaraan kompetisi Red Bull diharapkan berjalan lancar serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Setelah seri pembuka di Indonesia, kompetisi akan berlanjut ke sejumlah negara sebelum mencapai babak final di Oman pada November 2026.
