Gambar: Sekretariat Negara. Gambar: Sekretariat Negara
Pemerintah mulai membahas rencana perpanjangan jalur kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga ke Surabaya, Jawa Timur.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa apabila proyek ini terealisasi, waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya hanya akan memakan waktu sekitar tiga jam.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (11/3).
“Kalau Jakarta–Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan, sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut,” ujar AHY.
Menurut AHY, kecepatan maksimal kereta cepat akan lebih optimal bila digunakan pada jalur panjang dengan jarak sekitar 600–800 kilometer.
Oleh sebab itu, jalur panjang dinilai lebih bermanfaat dibandingkan dengan rute pendek yang memiliki banyak pemberhentian.
Tuntaskan Restrukturisasi Whoosh Terlebih Dulu
Sebelum memperluas jalur kereta cepat ke wilayah lain seperti Surabaya, pemerintah terlebih dahulu memfokuskan pada penyelesaian restrukturisasi keuangan proyek KCJB.
AHY menyatakan bahwa tahap ini merupakan landasan penting yang harus diselesaikan untuk menjamin kelanjutan proyek.
“Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” tegas AHY.
Dalam upaya restrukturisasi ini, telah dilakukan rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani.
Potensi Perpanjangan Jalur hingga Banyuwangi
Pemerintah juga membuka peluang perpanjangan jalur kereta cepat tidak hanya sampai Surabaya, tetapi hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Potensi ini tengah dikaji bersama sejumlah instansi terkait guna mengoptimalkan manfaat jaringan kereta cepat.
“Yang jelas, semangatnya masih kita terus kelola dan terus kita kembangkan. Kementerian Perhubungan termasuk Direktorat Jenderal Kereta Api juga terus merumuskan bersama KAI dan lain-lain, agar kereta cepat ini juga lebih efektif dirasakan manfaatnya itu jika track-nya panjang,” ucap AHY.
