Prabowo Telepon Pangeran Arab Saudi, Ajak Hentikan Konflik di Timur Tengah. Gambar: Dok. Presiden RI
Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan komunikasi via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), pada Rabu (11/3).
Percakapan tersebut difokuskan pada pembahasan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Yang Mulia Putra Mahkota berdiskusi melalui telepon dengan Presiden Indonesia mengenai perkembangan eskalasi militer di kawasan tersebut dan dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional,” tulis akun X resmi @KSAmofaEN, dikutip pada Jumat (13/3).
Dalam diskusi tersebut, Prabowo Subianto menyerukan penghentian segera atas aksi militer yang terjadi di wilayah tersebut.
“Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera aksi militer di kawasan tersebut, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Kamis (12/3).
Kedua pemimpin juga meninjau secara bersama situasi eskalasi di Asia Barat dan dampaknya terhadap keamanan global.
Tanggapan Indonesia terhadap Konflik di Timur Tengah
Langkah Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari respons diplomatik Indonesia atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dipicu oleh konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di wilayah perairan Irak pada Rabu (11/3) malam.
Dikutip dari laporan CNN International, serangan tersebut mengakibatkan satu orang awak kapal meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan.
Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, menyatakan bahwa seluruh korban selamat merupakan warga negara asing.
Kepala media Komando Operasi Gabungan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, mengecam serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui siaran stasiun penyiaran IRIB.
Serangan dilakukan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan dua kapal di Teluk Persia. Sumber keamanan Irak menduga alat peledak tersebut dipasang dari kapal Iran.
Upaya diplomasi tambahan oleh pemerintah Indonesia
Sebelum percakapan antara Prabowo Subianto dan Mohammed bin Salman berlangsung, pemerintah Indonesia juga telah melakukan pendekatan diplomatik melalui pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI dan para duta besar negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) serta Yordania pada Senin (9/3) di Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tujuh negara:
- Bahrain
- Arab Saudi
- Oman
- Yordania
- Perserikatan Emirat Arab
- Kuwait
- Qatar
Inisiatif pertemuan tersebut diprakarsai oleh Duta Besar Bahrain selaku pemegang presidensi GCC.
Fokus pembahasan adalah eskalasi keamanan di kawasan serta kesiapan Indonesia dalam berkontribusi terhadap perdamaian regional.
Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan resminya menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengutamakan dialog.
“Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk berkontribusi secara konstruktif dalam upaya perdamaian, termasuk sebagai honest broker, untuk memfasilitasi dialog apabila disepakati oleh pihak-pihak terkait,” jelas keterangan resmi Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menaruh perhatian terhadap keselamatan sekitar 495.000 WNI yang tersebar di negara-negara GCC dan Yordania.
Indonesia berharap adanya dukungan dari pemerintah setempat dalam melindungi warga negaranya di kawasan tersebut.
