SAR Tutup Pencarian Korban TPST Bantargebang, Korban Tewas Berjumlah 7 Orang. Gambar: Instagram/@bpbddkijakarta
Sebanyak tujuh orang tewas akibat longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban terakhir, Riki Supiadi (40), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (9/3) pukul 23.30 WIB.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa pencarian resmi dihentikan setelah semua korban ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang.
“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Desiana dalam keterangannya, Selasa (10/3).
Longsor terjadi saat sejumlah sopir truk sedang mengantre untuk membuang sampah.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah,” jelas anggota Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Eko Uban, kepada awak media.
Data Korban
Insiden longsor sampah di TPST Bantargebang menyebabkan total 13 orang menjadi korban.
Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil diselamatkan, sedangkan tujuh orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Enam korban selamat adalah:
- Budiman
- Johan
- Safifudin
- Slamet
- Ato
- Dofir
Tujuh korban meninggal dunia berdasarkan data dari petugas lapangan, saksi, dan keluarga korban, yaitu:
- Enda Widayanti (25), perempuan, pemilik warung
- Sumini (60), perempuan, pemilik warung
- Dedi Sutrisno, laki-laki, sopir truk, asal Karawang
- Irwan Supriatin, laki-laki, sopir truk
- Jussova Situmorang (38), perempuan
- Hardianto (25), laki-laki, sopir truk
- Riki Supiadi (40), laki-laki, sopir truk
Sebagian korban ditemukan tertimbun di area dekat gorong-gorong yang diduga sering menjadi tempat warga berkumpul.
“Dari informasi juga relevan bahwa di situ ada warung, kemungkinan orang sedang berkumpul di sekitar situ,” ujar Desiana.
Medan Berisiko dan Penanganan di Lokasi
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan alat berat seperti ekskavator untuk membuka timbunan sampah.
Meski tidak ada kendala cuaca, medan di lokasi kejadian dinilai membahayakan kesehatan tim penyelamat.
“Medannya ini berisiko untuk kesehatan tim rescue,” kata Desiana.
Petugas pun dibatasi untuk masuk ke area berbahaya tanpa perlengkapan yang memadai.
“Jadi memang kita mengandalkan ekskavator. Makanya tadi yang terakhir kita menggunakan masker, itu yang seharusnya digunakan untuk tim masuk ke area tempat ditemukannya korban,” lanjutnya.
Seluruh kendaraan truk yang sebelumnya dilaporkan tertimbun dalam longsor juga telah ditemukan dan dievakuasi.
“Kalau kendaraan semua sudah tidak ada lagi yang tertimbun,” jelas Desiana.
Jenazah para korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
