Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Berbagai Wilayah Indonesia. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang difokuskan untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah terpencil dan terdampak bencana.
Dalam pernyataannya, Prabowo Subianto menekankan bahwa pembangunan ratusan jembatan dalam waktu 2,5 bulan merupakan pencapaian besar dalam hal konektivitas dan keselamatan, terutama bagi anak-anak yang bersekolah.
“Acara hari ini, peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi yang menurut hemat saya adalah prestasi luar biasa,” ujar Prabowo, dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (10/3).
Salah satu wilayah penerima manfaat dari proyek ini adalah Nias Selatan, tempat sejumlah siswa sebelumnya harus menyeberangi sungai deras untuk ke sekolah.
Setelah jembatan dibangun, mereka kini dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman.
Presiden juga berdialog langsung dengan Yamisa Zebua, siswi asal Nias Selatan yang sempat viral karena menyampaikan keluhannya lewat media sosial.
Pembangunan Jembatan untuk Daerah Terpencil
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur oleh TNI AD.
Hingga saat ini, pengerjaan telah dimulai di 1.072 titik, dengan 218 jembatan telah selesai dibangun.
“Izin melaporkan tentang jembatan, pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan di 1.072 jembatan, 218 sudah selesai,” jelas Maruli dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.
Dari hasil survei yang dilakukan, terdapat 480 jembatan di wilayah terdampak bencana yang memerlukan penanganan. Dari jumlah tersebut, 145 jembatan telah diselesaikan oleh tim.
“Khususnya untuk di daerah bencana Pak, kami sudah mensurvei ada 480 jembatan, dan kemungkinan ini juga akan terus bertambah. Kami sudah menyelesaikan 145 jembatan,” lanjut Maruli.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kerja keras TNI dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek-proyek tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini,” ujarnya.
Akses Pendidikan di Nias Selatan
Dalam sesi interaktif, Presiden Prabowo berdialog langsung dengan Yamisa Zebua, siswi kelas 12 berusia 17 tahun dari Nias Selatan.
Yamisa sebelumnya menjadi perhatian publik setelah videonya menyuarakan kesulitan akses pendidikan viral di media sosial. Kini, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan jembatan yang telah mempermudah akses ke sekolahnya.
“Terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami,” kata Yamisa.
Prabowo kemudian mengenali wajah Yamisa saat video ditayangkan.
“Yamisa, itu kamu. Kamu itu ya? Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden,” ujar Prabowo sambil tersenyum. Ia melanjutkan, “Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar. Alhamdulillah terima kasih.”
Namun, Yamisa menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau sekolahnya.
“Belum sampai?” tanya Prabowo.
“Iya, Pak. Orang tua kami tidak mampu,” jawab Yamisa.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo berjanji, “Saya perjuangkan supaya segera MBG sampai ke sana.”
Presiden juga menanyakan rencana pendidikan Yamisa setelah lulus sekolah. Yamisa menyampaikan keinginannya melanjutkan kuliah di bidang kedokteran, namun terbentur biaya.
“Ya sudah nanti kamu dites ya,” jelas Prabowo.
Ia juga membuka peluang bantuan serupa untuk tiga teman Yamisa yang memiliki rencana kuliah.
“Ya insyaallah semua ya, tetapi harus belajar yang benar ya, nilainya harus bagus, jangan pacaran dulu ya, katanya mau studi ya,” kata Prabowo.
Komitmen terhadap Akses Infrastruktur Masa Depan
Pembangunan jembatan dilakukan di berbagai wilayah, antara lain:
- Sumatra Selatan
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Barat
- Nias Selatan
Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pembangunan jembatan gantung berhasil mengurangi waktu tempuh anak-anak sekolah dari satu jam menjadi lima menit.
Hal ini menunjukkan dampak nyata dari pembangunan infrastruktur terhadap kehidupan masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan bentuk komitmen negara terhadap masa depan anak-anak Indonesia.
“Anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik,” ucap Presiden.
Ia juga menekankan pentingnya kelanjutan proyek infrastruktur ini agar seluruh wilayah terpencil mendapatkan akses yang layak.
“Ini sangat penting untuk rakyat kita dan ini juga membuktikan kepedulian negara, kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi rakyat di mana pun,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
