Prabowo Ingatkan Warga RI agar Waspada Dampak Situasi Memanas di Timur Tengah. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan masyarakat agar waspada dan bersiap menghadapi potensi kesulitan yang ditimbulkan oleh konflik internasional di kawasan Timur Tengah.
Peringatan ini disampaikan saat Prabowo meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh serta 218 jembatan lainnya secara daring pada Senin (9/3).
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa dampak dari konflik di Timur Tengah sudah menimbulkan guncangan secara global.
“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” ujarnya, dikutip melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (10/3).
Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah tidak akan menutupi situasi yang sulit dan akan menghadapi tantangan tersebut secara terbuka.
“Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” tegasnya.
Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Krisis Global
Prabowo Subianto menyoroti bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan kekayaan nasional yang besar.
Ia menyampaikan bahwa potensi tersebut harus dikelola secara optimal untuk memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi gejolak global.
“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan,” kata Prabowo.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menyampaikan taklimat resmi dalam waktu dekat kepada masyarakat Indonesia mengenai situasi global dan langkah-langkah antisipatif yang sedang disiapkan.
“Saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” ujarnya.
Peran TNI dan Komitmen Melawan Korupsi
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menegaskan peran vital Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global.
“Tetapi hari ini saya merasa bangga, bahwa kita sekali lagi, Negara Kesatuan Republik Indonesia, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat, bahwa TNI adalah tentara rakyat,” katanya.
Prabowo juga menekankan pentingnya komitmen untuk memberantas korupsi yang dinilainya sebagai faktor utama yang melemahkan ketahanan negara.
Ia menyebutkan bahwa praktik korupsi menyebabkan kebocoran kekayaan negara yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghadapi berbagai bencana.
“Kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara,” tegas Prabowo.
“Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun,” tambahnya.
