Robertson Optimis, Liverpool Ingin Tebus Kesalahan di Piala FA. Gambar: Instagram/@andyrobertson94
Andrew Robertson menegaskan Liverpool masih memiliki peluang besar untuk mengakhiri musim dengan prestasi.
Pernyataan itu disampaikan usai kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga Piala FA di Stadion Molineux, Sabtu (7/3) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Liverpool memastikan tiket ke perempat final dan Robertson turut mencetak satu gol.
Bek kiri asal Skotlandia ini menyatakan kemenangan atas Wolverhampton menjadi bentuk pembuktian dan penebusan setelah hasil buruk di laga sebelumnya melawan tim yang sama.
“Kami tahu kami mengecewakan diri kami sendiri pada hari Selasa dan jelas itu bukan performa yang kami harapkan dari diri kami,” ujar Andrew Robertson.
FA Cup Hidup Mati
Ia menekankan bahwa laga FA Cup bersifat hidup-mati dan tim tidak ingin mengulang kesalahan.
“Sangat jarang Anda bisa menghadapi tim yang sama tiga hari kemudian, jadi kami harus memperbaikinya dan kami tahu FA Cup adalah hidup atau mati karena Anda bisa lolos atau tersingkir,” lanjutnya.
Robertson juga menyampaikan keyakinannya bahwa Liverpool masih bisa bersaing di semua kompetisi yang tersisa, termasuk Liga Champions dan perburuan posisi empat besar di Premier League.
“Tentu saja musim ini masih bisa berakhir dengan baik. Kami mencoba bertarung di semua kompetisi yang masih ada,” ujarnya.
“Jika kami bermain seperti malam ini, maka tidak ada tim yang ingin menghadapi kami,” sambungnya.
Liverpool Pastikan Tiket Perempat Final
Liverpool tampil dominan saat menghadapi Wolverhampton di babak 16 besar Piala FA.
Bertanding di Stadion Molineux, mereka menang dengan skor 3-1.
Andrew Robertson mencetak salah satu gol, disusul oleh Mohamed Salah dan Curtis Jones yang juga mencatatkan nama di papan skor.
Robertson mengaku senang bisa memberikan kontribusi melalui golnya.
“Mungkin itu cukup jarang terjadi. Ruangnya terbuka dan untungnya saya menendangnya dengan bersih,” katanya.
“Sebagian besar tembakan saya selama di Liverpool biasanya justru melambung di atas mistar, jadi saya senang kali ini berhasil masuk ke gawang,” tambahnya.
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan The Reds setelah sempat bermain di bawah standar pada pertemuan sebelumnya melawan Wolverhampton.
Robertson menyebut pentingnya merespons dengan performa yang lebih baik dalam waktu singkat.
Masa Depan Robertson di Liverpool
Selain kontribusinya di lapangan, masa depan Andrew Robertson bersama Liverpool tengah menjadi sorotan.
Kontraknya akan memasuki enam bulan terakhir pada pertengahan musim ini.
Meski diminati Atletico Madrid dan sempat tergeser oleh pemain baru Milos Kerkez, Robertson memilih bertahan dan kembali masuk ke starting line-up dalam lima dari enam laga terakhir.
Robertson mengaku masih mempertimbangkan masa depannya secara santai.
“Apa pun yang terjadi akan terjadi secara tertutup dan saya santai menghadapi situasi (kontrak) ini. Jika ini tahun terakhir saya (bersama Liverpool), ya sudahlah. Jika bukan, ya sudahlah,” ungkapnya.
Ia menyebut masa depan akan diputuskan kemudian, namun kini fokusnya hanya pada permainan.
“Saya mengalami musim panas yang agak menegangkan dalam hal keputusan dan hal-hal semacam itu. Dan saya sudah berkata pada diri sendiri untuk mencoba menikmati beberapa bulan ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengakui senang kembali bermain sebagai starter.
“Senang bisa kembali ke lapangan, senang bisa kembali bermain di beberapa pertandingan terakhir (sebagai starter). Itu penting dan mari kita lihat apa yang terjadi. Tapi saya santai saja dengan semua ini dan klub ini (Liverpool) luar biasa bagi saya,” ucap pemain berusia 31 tahun itu.
Ketidakpastian Kontrak Pemain jadi Tren di Liverpool
Situasi kontrak yang belum jelas tidak hanya dialami Robertson. Musim lalu, Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Trent Alexander-Arnold juga menghadapi drama serupa.
Alexander-Arnold akhirnya pindah ke Real Madrid dengan status bebas transfer.
Kini, Robertson dan Ibrahima Konate menjadi dua pemain yang kontraknya belum diperpanjang.
Meski begitu, Robertson menilai hubungannya dengan klub tetap baik.
“Saya pikir musim lalu semua orang bosan membicarakan ketiga pemain itu (Salah, Van Dijk, dan Alexander-Arnold), tetapi bagi saya hubungan antara saya dan klub sangat luar biasa,” katanya.
“Mereka telah melakukan segalanya untuk saya, baik untuk saya maupun keluarga saya. Saya pikir, saya tidak terlalu buruk bagi mereka dalam hal perekrutan dari Hull (City) seharga GBP 8 juta dan apa yang telah saya lakukan (untuk Liverpool),” tutup Robertson.
