Waspada! Polisi Ungkap Jam Paling Rawan Kecelakaan saat Mudik. Gambar: Ilustrasi Canva
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap jam paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik Idulfitri 2026.
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, pada Senin (2/3).
Mengacu pada hasil analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2025, waktu paling rawan terjadi kecelakaan lalu lintas adalah pukul 09.00 hingga 12.00, dengan jumlah kecelakaan tertinggi tercatat sebanyak 532 kasus.
Selain itu, periode pukul 21.00 hingga 00.00 juga dinilai sebagai waktu dengan risiko tinggi kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran.
“Namun kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka ini bisa berkurang. Jam tertinggi ada di jam 09.00–12.00, ada 532 kecelakaan,” jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers.
Faktor Penyebab
Meski terdapat penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada Operasi Ketupat 2025, Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap waktu-waktu rawan saat mudik.
Data menunjukkan penurunan kecelakaan sebesar 31,43 persen, dengan korban meninggal turun 53,24 persen, luka berat menurun 7,19 persen, dan luka ringan menurun 27,85 persen.
Faktor utama penyebab kecelakaan selama arus mudik tahun lalu adalah:
- Gagal menjaga jarak aman sebanyak 1.156 kasus
- Kelalaian terhadap lalu lintas dari arah depan
- Mengantuk saat berkendara
- Pemaksaan berkendara dalam kondisi lelah
Kapolri juga menambahkan bahwa peningkatan rata-rata kecepatan di Tol Trans Jawa turut menjadi faktor kecelakaan lalu lintas.
“Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah. Namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka,” kata Kapolri.
Kecepatan rata-rata di Tol Trans Jawa tercatat meningkat dari 76 km/jam pada 2024 menjadi 85 km/jam pada 2025 atau naik 12,44 persen.
Rekayasa Lalu Lintas
Dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, polisi menerapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas guna mengurangi kemacetan dan potensi kecelakaan.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Penerapan sistem one way nasional dan lokal
- Contraflow di jalur tertentu
- Pengaturan rest area untuk menghindari penumpukan
- Pembatasan kendaraan sumbu tiga
- Delaying system di wilayah penyeberangan
- Pengalihan arus lalu lintas
- Peniadaan tilang
- Imbauan kepada masyarakat
Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, yaitu mulai Jumat (13/3) hingga Rabu (25/3).
Kesiapan Personel
Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, polisi menurunkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari:
- 89.229 personel polisi
- 72.015 personel gabungan dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan organisasi masyarakat
Di seluruh wilayah Indonesia juga didirikan total 2.746 posko, yang terdiri dari:
- 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam)
- 779 Pos Pelayanan (Pos Yan)
- 343 Posko Terpadu
Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terbagi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama akan berlangsung pada 14 dan 15 Maret 2026, sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18 dan 19 Maret 2026.
Prediksi ini merujuk pada data realisasi tahun 2025 dan kebijakan pemerintah yang menetapkan sistem Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026.
Informasi ini menjadi bagian dari langkah antisipasi polisi bersama pemangku kepentingan terkait dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat selama mudik Idulfitri.
