Trump Ancam Hentikan Perdagangan dengan Spanyol usai Madrid Tolak Akses Pangkalan untuk Serangan ke Iran. Gambar: Dok. PRIO
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (3/3) menyatakan ancaman untuk memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol, menyusul keputusan negara tersebut menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer bersama dalam serangan terhadap Iran.
Ancaman itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di Ruang Oval Gedung Putih, sebagai respons atas ketegangan militer terbaru di kawasan Timur Tengah.
“Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol sama sekali,” ujar Trump, dikutip dari AP News pada Rabu (4/3).
Trump juga menyebut Spanyol sebagai negara yang “tidak ramah” dan mengkritik kepemimpinan negara itu.
“Spanyol sama sekali tidak memiliki apa pun yang kita butuhkan selain orang-orang hebat. Mereka memiliki orang-orang hebat, tetapi mereka tidak memiliki kepemimpinan yang hebat,” tegas Trump.
Penolakan Akses Pangkalan oleh Spanyol
Penolakan oleh Spanyol terkait dengan dua pangkalan militer utama, Rota dan Morón, yang sejak tahun 1950-an digunakan bersama dengan Amerika Serikat berdasarkan perjanjian bilateral.
Meskipun digunakan bersama, Spanyol tetap memiliki kendali penuh atas keputusan operasional pangkalan tersebut.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, sehari sebelum pernyataan Trump.
Albares menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer dalam operasi yang tidak berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menyebut bahwa pangkalan di Spanyol tidak digunakan dalam serangan terhadap Iran yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menjelaskan bahwa ada kesepakatan dengan AS mengenai pangkalan-pangkalan ini, tetapi pemahaman kami tentang kesepakatan tersebut adalah bahwa operasi harus mematuhi kerangka hukum internasional dan harus ada dukungan internasional untuk operasi tersebut.
AS dan Israel bertindak secara sepihak tanpa dukungan resolusi internasional.
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, turut mengkritik tindakan militer terhadap Iran dan menyebutnya sebagai intervensi yang “tidak dapat dibenarkan” dan “berbahaya”.
Pemerintah Spanyol menyerukan de-eskalasi dan menghormati hukum internasional, serta menegaskan bahwa Spanyol tetap menjadi anggota aktif NATO yang berkomitmen pada pertahanan kawasan Eropa.
Reaksi terhadap Ancaman Dagang Trump
Ancaman Amerika Serikat untuk menghentikan hubungan dagang memicu pertanyaan mengenai implementasinya, karena Spanyol adalah bagian dari Uni Eropa, yang memiliki sistem negosiasi perdagangan sebagai satu blok.
Langkah sepihak AS dipandang dapat berdampak lebih luas pada hubungan bilateral dengan Uni Eropa.
“Jika pemerintahan AS ingin meninjau kembali perjanjian perdagangan tersebut, mereka harus melakukannya dengan menghormati otonomi perusahaan swasta, hukum internasional, dan perjanjian bilateral antara Uni Eropa dan Amerika Serikat,” ujar juru bicara dari kantor Perdana Menteri Spanyol menanggapi pernyataan Trump.
“Komisi akan selalu memastikan bahwa kepentingan Uni Eropa sepenuhnya terlindungi,” terang dari kantor Perdana Menteri Spanyol.
Uni Eropa dan Amerika Serikat sebelumnya telah menyepakati perjanjian perdagangan di Skotlandia pada tahun lalu, menyusul ketidakpastian yang muncul akibat kebijakan tarif sepihak dari pemerintahan Trump.
