Pemerintah Siapkan Evakuasi bagi 15 WNI di Iran. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden
Sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, dipastikan siap dievakuasi oleh pemerintah Indonesia menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa proses evakuasi telah dipersiapkan melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam keterangan pers di Istana Negara pada Selasa (3/3).
Evakuasi ini menjadi langkah pemerintah dalam menanggapi memburuknya situasi keamanan yang dipicu oleh ketegangan militer antara AS dan Israel dengan Iran, termasuk serangan yang terjadi di Teheran pada Sabtu pagi (28/2).
“Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” ujar Sugiono sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (4/3).
Proses evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat menuju Kota Baku, Azerbaijan, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dari Teheran.
Evakuasi ini akan dilaksanakan secara bertahap, mempertimbangkan kondisi keamanan yang terus berubah.
Prosedur Evakuasi WNI
KBRI Teheran mencatat sebanyak 15 WNI telah menyatakan kesediaannya untuk dievakuasi dari wilayah Iran.
Pemerintah Indonesia menyiapkan jalur evakuasi darat ke Baku sebagai opsi utama karena dinilai paling memungkinkan di tengah ketegangan militer yang meningkat.
Sugiono menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sukarela dan tidak diwajibkan bagi seluruh WNI yang berada di Iran.
Beberapa warga memilih untuk tetap tinggal di lokasi masing-masing.
“Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi,” jelas Sugiono.
“Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” sambungnya.
Pemerintah juga terus memantau dinamika konflik di Timur Tengah dan menyiapkan skenario tanggap darurat untuk kemungkinan perubahan situasi.
“Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” ungkap Sugiono.
Komunikasi dan dukungan pemerintah
Sebagai bentuk dukungan terhadap WNI yang berada di kawasan terdampak, Kementerian Luar Negeri RI telah merilis layanan hotline darurat.
Dalam kondisi mendesak, WNI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor +62 812-9007-0027.
Selain itu, WNI diimbau untuk terus menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Pemerintah juga meminta agar seluruh WNI tetap tenang, waspada, dan aktif memberikan pembaruan informasi kepada pihak kedutaan.
Tanggapi soal Indonesia akan jadi Mediator
Di tengah meningkatnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran.
Dalam percakapan tersebut, Indonesia mendorong seluruh pihak untuk segera kembali ke jalur diplomasi dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” ujar Sugiono.
