Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3 usai Kalah dari Sumsel United. Gambar: Instagram/@sriwijayafc.id
Sriwijaya FC dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan setelah menelan kekalahan 0-3 dari Sumsel United dalam laga derby Sumatra Selatan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu (28/2) pukul 20.30 WIB.
Kekalahan tersebut membuat Sriwijaya FC menjadi tim pertama di Pegadaian Championship 2025-2026 yang terdegradasi.
Meski masih menyisakan enam pertandingan, raihan poin yang dimiliki tidak memungkinkan mereka bertahan di kasta kedua.
Dengan hanya mengoleksi dua poin dari 21 pertandingan, Sriwijaya FC terbenam di dasar klasemen Grup 1 Wilayah Barat dan tertinggal 20 poin dari peringkat ke-9.
Secara matematis, poin maksimal yang bisa diraih di sisa laga tidak cukup untuk mengangkat posisi mereka keluar dari zona degradasi.
Hasil ini menjadi penutup dari performa buruk sepanjang musim, ditandai dengan krisis internal dan minimnya persiapan tim sejak awal musim.
Kemenangan Sumsel United ditentukan lewat gol Oktovianus Kapisa di menit ke-5, disusul Juninho Cabral di menit ke-22, dan sundulan Azis Hutagalung pada menit ke-64.
Dengan tambahan tiga poin, Sumsel United kini mengoleksi 37 poin dan tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat.
Laga Penentu di Derby Sumsel
Pertandingan antara Sumsel United vs Sriwijaya FC menjadi duel penentu bagi nasib Laskar Wong Kito.
Sejak menit awal, Sumsel United tampil dominan. Gol pembuka tercipta ketika Oktovianus Kapisa mencetak gol melalui sepakan kaki kiri mendatar usai menerima umpan dari Diego Dall’Oca pada menit ke-5.
Keunggulan Sumsel United bertambah pada menit ke-22. Juninho Cabral mencetak gol kedua usai menerima umpan dari Rachmad Hidayat, memperbesar keunggulan menjadi 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan Sumsel United tidak mengendur. Azis Hutagalung menambah gol ketiga melalui sundulan pada menit ke-64, memanfaatkan sepak pojok Diego Dall’Oca.
Dalam laga tersebut, dua gol sempat dianulir oleh wasit setelah pemeriksaan VAR.
Gol Azis Hutagalung dianulir karena offside, begitu juga satu gol dari Sriwijaya FC yang tidak disahkan karena posisi offside.
Skor akhir tetap 3-0 untuk kemenangan Sumsel United.
Performa Buruk Sepanjang Musim
Sriwijaya FC menjalani musim yang penuh kesulitan. Dari 21 pertandingan yang telah dimainkan, mereka hanya mampu meraih dua hasil imbang dan belum pernah menang.
Ketertinggalan poin yang signifikan membuat mereka menjadi tim pertama yang resmi turun kasta ke Liga 3.
Kondisi ini telah diprediksi sejak awal musim. Sriwijaya FC mengalami krisis internal yang memengaruhi performa di lapangan.
Keterbatasan kedalaman skuad, minimnya persiapan, serta masalah nonteknis turut memperburuk performa tim.
Di atas lapangan, tim kesulitan mencetak gol, memiliki lini pertahanan rapuh, dan menunjukkan permainan yang tidak konsisten.
Minimnya kemenangan berdampak pada kepercayaan diri pemain. Sementara tim-tim pesaing melakukan perbaikan skuad, Sriwijaya FC harus berjuang dalam kondisi terbatas.
Hal ini memperburuk posisi mereka di klasemen dan membuat mereka gagal bersaing secara kompetitif.
Fokus Pembenahan Sriwijaya FC
Degradasi ke Liga 3 menjadi pukulan berat bagi Sriwijaya FC, klub yang memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola nasional.
Meski demikian, kondisi ini menjadi titik evaluasi bagi manajemen.
Langkah pembenahan internal diharapkan dapat membawa Sriwijaya FC bangkit dan bersaing kembali di level kompetisi yang lebih tinggi pada musim berikutnya.
