Baru Debut, Maarten Paes Bikin Joeri Heerkens Ketar-ketir. Gambar: Kolase Instagram/@maartenpaes/@joeri_heerkens
Maarten Paes resmi menjalani debut bersama Ajax Amsterdam saat menghadapi NEC Nijmegen di Johan Cruyff Arena, Minggu (22/2) malam WIB, dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026.
Ia dipilih oleh pelatih Fred Grim sebagai penjaga gawang utama menggantikan Vitezslav Jaros yang mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) dan dipastikan absen hingga akhir musim.
Debut ini membuat Joeri Heerkens, kiper muda Ajax, merasa kecewa karena tidak menjadi pilihan utama.
Maarten Paes, yang baru direkrut dari FC Dallas pada bursa transfer Januari dan merupakan kiper timnas Indonesia, langsung dipercaya menempati posisi inti di bawah mistar gawang Ajax.
Keputusan tersebut membuat Heerkens kehilangan peluang tampil di tim utama, meski dirinya telah aktif memperkuat Jong Ajax sepanjang musim.
“Tentu saja Anda kecewa, karena pilihan itu tidak jadi milik Anda, tetapi bagi saya, yang penting adalah melakukan apa yang sudah saya lakukan selama beberapa bulan terakhir di Jong Ajax,” ujar Heerkens dikutip dari Voetbal Primeur.
Pertandingan debut Paes berakhir imbang 1-1.
Dalam laga tersebut, kiper kelahiran Nijmegen itu mencatat tujuh penyelamatan penting dan beberapa kali menggagalkan peluang lawan, yang menjadi faktor utama Ajax tidak mengalami kekalahan.
Persaingan Ketat di Posisi Penjaga Gawang
Fred Grim mengambil keputusan cepat untuk menurunkan Maarten Paes menyusul cedera parah yang dialami Vitezslav Jaros, kiper pinjaman dari Liverpool.
Selain Jaros, Ajax sebelumnya juga kehilangan Remko Pasveer yang telah pindah ke Heracles Almelo.
Situasi tersebut menjadikan Paes sebagai pilihan utama di antara tiga opsi penjaga gawang yang tersedia, yakni Joeri Heerkens dan Paul Reverson.
Heerkens, yang kini berusia 19 tahun dan direkrut dari Sparta Praha pada musim panas 2025, sebenarnya berharap dapat menjadi pengganti Jaros.
Selama musim ini di Keuken Kampioen Divisie, ia telah tampil dalam 16 pertandingan bersama Jong Ajax, mencatat tiga kali clean sheet dan kebobolan sebanyak 30 gol.
Ia juga pernah masuk dalam daftar pemain cadangan Ajax senior sebanyak 13 kali dari 21 laga Eredivisie, serta tujuh kali di Liga Champions musim ini.
“Saya telah mengalami begitu banyak kekecewaan dalam karier saya sehingga saya bisa mengatasinya. Saya akan terus bekerja keras dan menunjukkannya kepada Jong Ajax. Kemudian kesempatan itu akan datang dengan sendirinya,” lanjut Heerkens.
Statistik dan Jadwal Lanjutan
Di pertandingan debutnya bersama Ajax, Maarten Paes tampil efektif meski hasil akhir pertandingan melawan NEC Nijmegen hanya imbang 1-1.
Penampilannya dinilai solid setelah mampu melakukan tujuh penyelamatan krusial.
Hal ini semakin memperkuat kepercayaan pelatih terhadap kemampuan Paes sebagai penjaga gawang utama di sisa musim ini.
Sementara itu, Joeri Heerkens tetap menunjukkan performa konsisten bersama Jong Ajax.
Pada pertandingan yang berlangsung Senin (23/2) malam WIB, ia berhasil menjaga gawangnya tetap bersih saat timnya ditahan imbang FC Emmen di kasta kedua Liga Belanda.
Ajax Amsterdam dijadwalkan melanjutkan kompetisi Eredivisie dengan bertandang ke markas PEC Zwolle pada 1 Maret.
Pada pertandingan tersebut, Maarten Paes diproyeksikan kembali mengawal gawang utama, sementara Joeri Heerkens masih harus bersaing dari tim cadangan.
Komitmen Joeri Heerkens di Tengah Ketatnya Persaingan
Meski tidak mendapat tempat utama, Joeri Heerkens menegaskan tekadnya untuk terus belajar dan berkembang bersama Ajax.
Ia menyebut persaingan di posisi kiper sebagai bagian dari dinamika di klub besar seperti Ajax Amsterdam.
“Di Ajax, selalu ada persaingan. Anda harus membuktikan bahwa Anda yang terbaik. Itu membutuhkan waktu. Saya masih sangat muda, jadi saya punya waktu itu,” ucap Heerkens.
Heerkens juga menekankan pentingnya terus bermain konsisten bersama Jong Ajax sebagai modal untuk menembus tim utama.
“Saya terutama ingin memainkan banyak pertandingan bagus bersama Jong Ajax, dan kemudian sisanya akan mengikuti,” tandasnya.
