Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Remaja di Sukabumi Tewas, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Remaja 12 tahun di Sukabumi meninggal dunia usai alami luka bakar dan lebam. Korban diduga dianiaya ibu tiri.
Redaksi Cahaya February 21, 2026 4 minutes read
Remaja di Sukabumi Tewas, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Remaja di Sukabumi Tewas, Diduga Dianiaya Ibu Tiri. Gambar: Ilustrasi Canva

Seorang remaja berinisial NS (12) asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Kamis sore (19/2) usai menjalani perawatan intensif di RSUD Jampangkulon.

Korban meninggal setelah mengalami luka bakar dan lebam di sekujur tubuhnya. Dugaan penganiayaan oleh ibu tiri mencuat setelah NS sempat mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh pelaku.

Kejadian bermula saat ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), dihubungi istrinya yang mengabarkan kondisi NS sedang sakit pada malam tarawih pertama Ramadan. Anwar kemudian pulang dari tempat kerjanya di Kota Sukabumi.

“Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih, (NS) teu damang, terus mengelantur, panas,” ungkap Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20/2).

Setibanya di rumah, Anwar mendapati kondisi NS sangat memprihatinkan dengan kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.

“Saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh,” ujarnya.

Sang istri sempat menyebut bahwa luka tersebut akibat demam tinggi.

Namun, NS kemudian mengaku kepada ayah dan kakek angkatnya bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Pengakuan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Korban Akui Dianiaya Ibu Tiri

Pada Kamis pagi (19/2), NS dibawa ke RSUD Jampangkulon sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi kritis.

Di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban mengungkapkan kepada keluarganya bahwa dirinya mengalami kekerasan dari ibu tirinya.

Pernyataan ini disampaikan langsung di hadapan sang ayah dan kerabat lainnya.

“Ditanyalah ini anak, ya ngaku, dikasih minum air panas. Jawabnya itu di ruang IGD,” jelas Anwar.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Isep, kerabat korban, yang turut merekam pengakuan NS.

“Dia menjelaskan bahwa itu (diduga dilakukan) sama mama, ya sama mamanya. Saya tidak mengada-ada, itu ucapan almarhum,” kata Isep.

Setelah beberapa jam dirawat di IGD dan dipindahkan ke ruang ICU, NS dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB, Kamis (19/2).

Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi untuk menjalani proses autopsi selama tiga jam.

Hasil Autopsi

Hasil autopsi menunjukkan bahwa tubuh NS mengalami luka bakar luas, mencakup lengan, kaki, paha, punggung, serta area bibir dan hidung.

“Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,” ujar Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, Sabtu (21/2).

Namun demikian, pihak rumah sakit menyatakan belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah luka-luka tersebut merupakan akibat dari tindakan penganiayaan.

“Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa luka-luka yang ditemukan secara teori tidak serta-merta menyebabkan kematian.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, tim forensik telah mengambil sampel organ jantung dan paru-paru NS yang kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta.

Kepolisian melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah mendalami kasus ini.

“Dilakukan autopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk (dugaan) kekerasan dalam rumah tangga,” jelas Hartono.

“Mohon waktu, kita masih menunggu hasil autopsi. Untuk penanganan, kita sudah menerima laporan dari keluarga almarhum NS,” tambahnya.

Ibu Tiri Pernah Lakukan Kekerasan

Anwar mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan terhadap NS bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2025, ia pernah melaporkan ibu tiri NS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi karena melakukan pemukulan terhadap anaknya dengan benda tumpul.

Namun, laporan tersebut tidak dilanjutkan setelah ibu tiri NS bersujud dan berjanji akan bertaubat.

“Pesan saya buat teman-teman di luar sana, serusak apa pun rumah tangga kalian, pertahankan. Jangan sampai anak kalian diasuh oleh ibu tiri,” ujar Anwar.

Video Korban Viral

Rekaman video kondisi NS sebelum meninggal dunia pertama kali diunggah oleh akun TikTok @radarsumedang.

Dalam video tersebut terlihat wajah NS dalam kondisi lebam, kedua matanya membiru, dan terdapat luka terbuka di paha yang menyerupai bekas siraman air panas.

Narasi dalam video menyebutkan bahwa korban sempat dipukuli dan dipaksa meminum air mendidih oleh ibu tirinya.

Video ini memicu perhatian luas di media sosial dan mendorong pihak kepolisian untuk mempercepat proses penyelidikan.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Hadiri Business Summit di Washington DC, Prabowo Tekankan Investasi Indonesia-AS
Next: ETLE Drone dan VTOL bakal Kawal Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Related News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
  • News

RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka
  • News

Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka

Redaksi Cahaya April 13, 2026

Recent Posts

  • Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Chelsea vs Man City 0-3 The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Premier League
  • Sepakbola

Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Crystal Palace vs Newcastle 2-1 Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Premier League
  • Sepakbola

Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Futsal Indonesia vs Thailand 1-2 Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sepakbola

Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.