Hadiri Business Summit di Washington DC, Prabowo Tekankan Investasi Indonesia-AS. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam forum Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu (18/2).
Dalam forum roundtable tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia membuka diri untuk menjadi mitra strategis jangka panjang bagi dunia usaha Amerika Serikat dalam pengembangan ekonomi bersama.
“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” ujar Prabowo di hadapan para pelaku usaha kedua negara, dikutip dari laman resmi Presiden RI, Sabtu (21/2).
Ia menegaskan bahwa stabilitas dan kepastian hukum menjadi elemen penting dalam membangun iklim investasi yang sehat.
Kehadiran Presiden Prabowo di Washington DC juga dilakukan atas undangan resmi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam rangka menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyatakan komitmen Indonesia terhadap solusi nyata dan abadi bagi masalah Palestina.
“Kami berupaya untuk terus membuka jalan menuju solusi nyata dan abadi untuk masalah Palestina,” ucapnya.
Investasi dan Stabilitas Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia tercatat mencapai USD53 miliar pada tahun lalu.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil dan menunjukkan perbaikan signifikan.
“Indikator-indikator penting sudah mulai terlihat. Kita menggerakkan ekonomi dari akar rumput. Strategi ekonomi kita sangat terfokus,” jelasnya.
Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia telah menikmati periode stabilitas dan perdamaian yang relatif panjang, yang menjadi modal penting dalam membangun kepastian bagi investor.
“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam situasi atau suasana ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan,” tegas Presiden.
Ia menambahkan bahwa Indonesia sedang mencari mitra jangka panjang yang serius untuk berkolaborasi dalam proses industrialisasi dan modernisasi.
“Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dengan kami dalam upaya berkelanjutan kami untuk memodernisasi dan melakukan industrialisasi,” ujarnya.
Transformasi Ekonomi dan Penguatan Infrastruktur
Dalam paparan pada forum tersebut, Presiden Prabowo turut memperkenalkan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang ditujukan untuk mengonsolidasikan seluruh aset milik negara dan mempercepat agenda hilirisasi industri.
Tahun ini, Indonesia telah memulai 18 proyek hilirisasi, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai USD3 miliar.
Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia membuka peluang untuk perusahaan-perusahaan Amerika menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis di kawasan.
“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” katanya.
Dalam rangka mendukung daya saing, pemerintah juga mempercepat digitalisasi pendidikan nasional melalui distribusi lebih dari 280 ribu layar interaktif pintar ke sekolah-sekolah hingga akhir Desember 2025.
Prabowo menyatakan targetnya agar seluruh ruang kelas memiliki fasilitas ini pada akhir masa jabatannya.
Pembangunan SDM dan Program Inklusif
Presiden Prabowo turut memaparkan program prioritas di bidang sumber daya manusia termasuk penanganan stunting dan penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak-anak.
Ia mengungkapkan bahwa 25 persen anak-anak Indonesia mengalami stunting.
“Saya menanyakan usia mereka dan anak-anak yang saya kira berusia empat, lima, enam tahun, ternyata berusia sepuluh, sebelas, dua belas tahun. Kemudian saya mengetahui bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting, pertumbuhan terhambat,” ungkap Prabowo.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah melakukan efisiensi anggaran dan realokasi belanja negara ke program prioritas.
“Inilah yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali dana ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros, dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya,” jelasnya.
Program makan bergizi gratis dinilai memiliki dampak ekonomi luas.
“Setiap dolar yang dihabiskan untuk makanan gratis bagi anak-anak, menurut Rockefeller Institute, pengembaliannya setidaknya 7 dolar, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan pengembalian hingga 35 kali lipat,” ungkap Presiden.
Arah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam forum Business Summit, Presiden Prabowo menegaskan arah strategis pembangunan Indonesia yang mengedepankan keterbukaan, penguatan infrastruktur, dan transformasi digital yang terukur.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia akan menyesuaikan kecepatan pembangunan dengan kapasitas nasional, memastikan setiap proyek layak secara ekonomi dan bankable.
“Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” kata Prabowo.
Melalui paparan komprehensif tersebut, Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan fundamental ekonomi kuat, pemerintahan yang stabil, serta terbuka terhadap investasi jangka panjang dari mitra internasional, khususnya Amerika Serikat.
