Pendaki Gunung Leuser Meninggal Dunia, Diduga Terserang Hipotermia. Gambar: Dok. Eiger
Seorang pendaki asal Binjai, Sumatera Utara, Kris Biantoro (49), meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis (9/4).
Korban diduga mengalami hipotermia saat dalam perjalanan turun di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Peristiwa di daerah ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di lokasi Kamp Lapangan Bola dan dilaporkan kepada pihak berwenang pada hari yang sama.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren, Gayo Lues, Ali Sadikin, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa korban mengalami kondisi darurat saat berada di jalur pendakian.
“Kris mengalami kondisi hipotermia di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser dengan lokasi detail Kamp Lapangan Bola saat mengarah perjalanan turun/pulang,” kata Ali Sadikin saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).
Berdasarkan laporan ketua tim pendakian, Sugar Ray Leonard, korban mulai mengalami hipotermia sejak pukul 07.30 WIB.
Tim yang terdiri dari 13 pendaki lain serta dua pemandu telah memberikan pertolongan pertama menggunakan metode resusitasi jantung paru (RJP), namun korban tidak menunjukkan respons.
“Namun korban tetap tidak sadarkan diri dan tidak ada respons sampai dilaporkan kepada pihak TNGL oleh ketua tim. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, pendaki yang mengalami hipotermia dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Ali Sadikin.
Kronologi Kejadian
Informasi mengenai kondisi darurat tersebut pertama kali diterima pihak TNGL dari ketua tim sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis (9/4).
Lokasi kejadian berada di jalur pendakian Gunung Leuser, tepatnya di Kamp Lapangan Bola yang merupakan jalur menuju perjalanan turun.
Setelah menerima laporan, pihak TNGL segera berkoordinasi dengan kepolisian dan Basarnas untuk melakukan proses evakuasi jenazah korban.
Tim gabungan diberangkatkan menuju lokasi pada Jumat (10/4).
Proses evakuasi diperkirakan memerlukan waktu cukup lama mengingat jarak dari lokasi kejadian ke pintu rimba atau kaki gunung membutuhkan perjalanan sekitar empat hingga lima hari.
Untuk mendukung kelancaran evakuasi dan alasan keselamatan, aktivitas pendakian di Gunung Leuser untuk sementara waktu ditutup.
Data Pendakian Korban
Berdasarkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Kris Biantoro melakukan pendakian bersama 15 orang lainnya dengan Sugar Ray Leonard sebagai ketua tim.
Rombongan memulai pendakian pada Selasa, 31 Maret 2026, dan dijadwalkan kembali ke pos pada Kamis, 9 April 2026.
Seluruh anggota tim pendakian, termasuk korban, telah melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan.
Kris Biantoro tercatat memiliki Surat Keterangan Berbadan Sehat yang dikeluarkan di Banda Aceh pada 27 Maret 2026.
Selain itu, seluruh pendaki juga memiliki surat izin resmi untuk memasuki kawasan konservasi TNGL.
Penanganan dan Tindak Lanjut
Setelah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB, proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak TNGL memastikan bahwa seluruh pendaki yang terlibat dalam rombongan berada dalam kondisi aman.
Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar di medan yang menantang.
