Sugiono Gantikan Prabowo sebagai Ketua Umum Pencak Silat Indonesia. Gambar: Instagram/@sugiono_56
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Sabtu (11/4).
Keputusan tersebut diambil karena tugasnya sebagai kepala negara dinilai menyita waktu sehingga tidak memungkinkan untuk memimpin organisasi secara efektif.
Dalam Munas tersebut, Menlu Sugiono ditetapkan sebagai penggantinya untuk memimpin organisasi pencak silat nasional periode 2026–2030.
Prabowo Subianto menyampaikan langsung keputusan tersebut dalam pidatonya di hadapan para pengurus dan peserta Munas.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai Presiden Republik Indonesia menjadi alasan utama pengunduran dirinya dari jabatan yang telah diembannya selama lima periode.
“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” kata Prabowo Subianto.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan perannya dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya pun minta maaf, beberapa saat ini bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan,” ujarnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung PB IPSI dari belakang layar.
“Tetapi saya mendukung selalu di belakang, apalagi sekarang presiden, saya kira PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” tambahnya.
Perjalanan Kepemimpinan Prabowo di PB IPSI
Prabowo Subianto telah mengabdikan diri dalam dunia pencak silat selama 34 tahun.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode sebelum kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum PB IPSI selama lima periode sejak 2004 hingga 2025.
Selain itu, Prabowo Subianto juga menjabat sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Internasional (Persilat) sejak 2010.
Dalam sambutannya, Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet organisasi.
Ia juga menyinggung harapannya agar pencak silat dapat menembus ajang Olimpiade di masa mendatang.
“Saya mohon diri saya pamit sebagai ketua umum,” ujar Prabowo Subianto.
“Saya kira saya yakin pengganti kita nanti akan berhasil membawa ke olimpiade,” tambahnya.
Kehadiran Tokoh dan Figur Publik di Munas XVI
Munas XVI PB IPSI dihadiri sejumlah tokoh dan figur publik dari jajaran pemerintahan dan institusi negara.
Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 13.31 WIB dengan mengenakan beskap hitam, kain songket emas, dan peci hitam.
Ia disambut oleh Ketua Harian PB IPSI Benny Sumarsono serta para pesilat sebelum memasuki ruang acara.
Di dalam forum, Prabowo Subianto menyapa berbagai pejabat negara yang hadir, antara lain:
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir
Menlu Sugiono
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Kehadiran para tokoh dan figur publik tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan organisasi pencak silat nasional.
Suasana Munas dan Interaksi Prabowo
Suasana Munas XVI sempat mencair ketika Prabowo Subianto menyapa rekan lamanya, Mayor Jenderal TNI (Purn) Nachrowi Ramli, yang kini menjabat Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Putra Betawi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto mengenang kedekatan mereka saat berdinas di militer.
“Tetapi saya presiden sekarang,” celetuk Prabowo Subianto yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menegaskan kedisiplinan Nachrowi selama bertugas.
“Tetapi benar saya saksi. Beliau ini disiplin. Semuanya disiplin. Lima waktu tidak pernah absen dia,” ucapnya.
Kepemimpinan Baru PB IPSI
Munas XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan organisasi.
Dengan mundurnya Prabowo Subianto, estafet kepemimpinan beralih kepada Menlu Sugiono untuk periode 2026–2030.
Pergantian ini memastikan keberlanjutan program pembinaan dan pengembangan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai organisasi yang menaungi pencak silat di Indonesia, PB IPSI memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet, pelestarian budaya, serta penguatan posisi pencak silat di kancah dunia.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
