Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir Tahun

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia naik akibat konflik Timur Tengah.
Redaksi Cahaya April 9, 2026 4 minutes read
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir Tahun

Ilustrasi BBM. Gambar: Ilustrasi Canva

Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026 meskipun terjadi ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (6/4).

Pemerintah menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas harga BBM, terutama untuk jenis subsidi seperti pertalite dan solar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap lonjakan harga minyak dunia, mulai dari USD 80 hingga USD 100 per barel.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata USD 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat tersebut, dikutip dari kanal YouTube TVR Parlemen pada Kamis (9/4).

Pernyataan ini menegaskan komitmen kebijakan BBM pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas sektor energi nasional.

Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun turut menegaskan pentingnya kepastian tersebut bagi masyarakat.

“Nah ini yang harus masyarakat tahu, Pak, bahwa pemerintah siap untuk tidak menaikkan sampai di akhir tahun,” ujar Misbakhun.

Kepastian ini mendapat respons positif dari anggota Komisi XI DPR yang menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan, menandakan dukungan terhadap kebijakan BBM yang diambil pemerintah.

Stabilitas Harga BBM

Pemerintah menilai kondisi fiskal Indonesia masih memadai untuk menahan gejolak harga minyak global.

Dengan asumsi harga minyak dunia mencapai USD 100 per barel sepanjang 2026, defisit anggaran diperkirakan tetap terjaga di level 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), masih berada di bawah batas aman 3 persen.

Hal ini menunjukkan ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi apabila harga minyak melonjak lebih tinggi dari asumsi.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) sebagai bantalan fiskal.

“Kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya tidak terkendali. Jadi dari situ kita masih aman, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tentu saya akan ke Komisi XI untuk meminta izin bagaimana mengolah anggaran SAL itu untuk menjaga sustainabilitas, bukan APBN lagi pada waktu nanti, negara kita,” jelas Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sisi lain, potensi peningkatan penerimaan negara dari sektor energi juga menjadi faktor pendukung ketahanan fiskal.

Kenaikan harga minyak dan batu bara di pasar global diperkirakan akan meningkatkan pendapatan negara, sehingga membantu menjaga stabilitas anggaran dan keberlanjutan kebijakan BBM.

Purbaya Yudhi Sadewa juga membantah isu yang menyebutkan bahwa kondisi fiskal Indonesia melemah akibat tekanan global.

Ia menegaskan bahwa seluruh perhitungan telah dilakukan secara matang dan berlapis.

“Jadi masyarakat di luar tidak usah ribut, tidak usah takut, kita sudah hitung, Pak,” tegasnya.

Kepastian Hanya untuk BBM Bersubsidi

Pemerintah menegaskan bahwa jaminan stabilitas harga hanya berlaku untuk BBM bersubsidi, sementara harga BBM nonsubsidi tidak termasuk dalam skema anggaran negara.

Oleh karena itu, penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar dan tidak menjadi bagian dari kebijakan BBM pemerintah.

BBM bersubsidi yang dimaksud meliputi pertalite dan solar subsidi. Hingga awal April 2026, harga pertalite tetap berada pada Rp10.000 per liter dan solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter tanpa mengalami perubahan.

Stabilitas ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi nasional di tengah tekanan global pada sektor energi.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk penurunan peringkat utang oleh lembaga pemeringkat internasional dan konflik geopolitik global.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola anggaran secara hati-hati guna memastikan stabilitas ekonomi dan keberlanjutan sektor energi nasional.

Dengan berbagai langkah mitigasi dan dukungan fiskal yang kuat, pemerintah memastikan bahwa kebijakan BBM yang diterapkan mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026 serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Pemerintah Jakarta Terbitkan Aturan WFH ASN Tiap Hari Jumat, Ini Isinya
Next: Purbaya Siapkan Pajak untuk Pedagang Online Tahun Ini

Related News

Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius
  • News

Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Kejar Tiket Asian Games, 16 Atlet Panjat Tebing Tiba di Tiongkok
  • News

Kejar Tiket Asian Games, 16 Atlet Panjat Tebing Tiba di Tiongkok

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Purbaya Siapkan Pajak untuk Pedagang Online Tahun Ini
  • News

Purbaya Siapkan Pajak untuk Pedagang Online Tahun Ini

Redaksi Cahaya April 9, 2026

Recent Posts

  • Prediksi Persita vs Arema FC: Kembalinya Pemain Inti Arema Uji Kekuatan Tuan Rumah
  • Prediksi PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar, Siapa Lebih Tangguh?
  • Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius
  • Kejar Tiket Asian Games, 16 Atlet Panjat Tebing Tiba di Tiongkok
  • Purbaya Siapkan Pajak untuk Pedagang Online Tahun Ini
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI IDULFITRI 2026 INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Prediksi Persita vs Arema FC Kembalinya Pemain Inti Arema Uji Kekuatan Tuan Rumah
  • Liga Indonesia
  • Sepakbola

Prediksi Persita vs Arema FC: Kembalinya Pemain Inti Arema Uji Kekuatan Tuan Rumah

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Prediksi PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar, Siapa Lebih Tangguh?
  • Liga Indonesia
  • Sepakbola

Prediksi PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar, Siapa Lebih Tangguh?

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius
  • News

Gunung Slamet Ditutup akibat Suhu Mencapai 464 Derajat Celcius

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Kejar Tiket Asian Games, 16 Atlet Panjat Tebing Tiba di Tiongkok
  • News

Kejar Tiket Asian Games, 16 Atlet Panjat Tebing Tiba di Tiongkok

Redaksi Cahaya April 9, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.