AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Pekan. Gambar: Dok. This is Beirut
Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu dalam konflik internasional yang melibatkan Israel dan berdampak pada kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan ini diumumkan pada Rabu (8/4) setelah diskusi intensif yang dimediasi Pakistan.
Gencatan senjata berlaku dengan syarat pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi pasokan energi global, serta penghentian serangan antara pihak-pihak yang terlibat.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) di Teheran mengumumkan persetujuan gencatan senjata tersebut pada Rabu (8/4), namun menegaskan bahwa perang belum berakhir.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa penangguhan pengeboman terhadap Iran dilakukan selama dua minggu guna memberi ruang finalisasi kesepakatan.
Pemerintah Israel melalui Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat dengan sejumlah penegasan tambahan.
Kesepakatan ini muncul setelah sebelumnya Presiden Trump menetapkan tenggat pada Rabu (8/4) pukul 07.00 WIB, agar Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Ancaman penghancuran infrastruktur Iran sempat disampaikan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Dalam perkembangan berikutnya, kedua negara menyatakan kesediaan menjalankan gencatan senjata dua arah dengan sejumlah syarat yang dinegosiasikan melalui mediator Pakistan.
Pernyataan Resmi Iran dan Amerika Serikat
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa persetujuan gencatan senjata tidak berarti konflik telah selesai.
“Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh,” ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa Iran akan menyetujui gencatan senjata “jika serangan terhadap Iran dihentikan”.
Ia menambahkan, “selama periode dua minggu, jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan”.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan “melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada”.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” ujar Trump dikutip dari media sosial Truth Social pada Rabu (8/4).
Trump menambahkan bahwa persetujuan tersebut diberikan “dengan ketentuan Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman”.
“Hampir seluruh butir perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut difinalisasi dan disahkan,” tambahnya.
Trump turut menyebut bahwa persoalan jangka panjang tersebut mendekati penyelesaian.
Trump mengungkapkan bahwa Iran telah mengirimkan 10 butir syarat kepada Amerika Serikat dan Israel yang disebut sebagai “dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi”.
Peran Pakistan dalam Mediasi
Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam konflik internasional antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Presiden Trump menyebut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai salah satu tokoh yang diajak berkomunikasi.
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, juga disebut dalam unggahan Trump.
“Mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang rencananya akan dikirim ke Iran malam ini,” tulis Trump.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa perundingan akan digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dalam jangka waktu maksimal 15 hari untuk “memfinalisasi” rincian kesepakatan.
Sikap Israel
Israel melalui Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap keputusan Amerika Serikat.
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan,” demikian pernyataan kantor Netanyahu pada Rabu (8/4).
“Israel juga mendukung upaya-upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi memberikan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, dan negara-negara tetangga Arab yang berbatasan dengan Iran, serta dunia,” tambahanya.
Pemerintah Israel menegaskan gencatan senjata dua minggu tersebut tidak mencakup Lebanon
Dampak terhadap Pasar Energi dan Keuangan
Pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat berdampak pada pasar energi global.
Harga minyak mentah Brent turun sekitar 13,6% menjadi US$94,50 per barel, sementara minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat turun sekitar 14,3% menjadi US$96,80 per barel.
Sebelumnya, kedua patokan tersebut diperdagangkan di atas US$100 per barel pada Selasa (7/4).
Pasar saham Asia juga menguat pada perdagangan awal, dengan Indeks Nikkei 225 Jepang naik 4% dan Indeks ASX 200 Australia menguat hampir 3%.
