Usai Halalbihalal Idulfitri, Prabowo Antar Langsung PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Halim. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung mengantar Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (27/3) malam.
Pengantaran ini dilakukan usai kegiatan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus menandai kali pertama dalam sejarah Indonesia seorang presiden RI mengantar langsung kepala pemerintahan negara lain ke bandara.
Prosesi keberangkatan PM Malaysia dilakukan setelah pertemuan antara kedua pemimpin di Istana Merdeka, Jakarta.
Usai pertemuan, Prabowo Subianto mendampingi PM Anwar menuju kendaraan, sambil berbincang ringan dan tersenyum, diiringi lantunan lagu Rasa Sayange.
Presiden Prabowo kemudian turut menaiki kendaraan yang sama dan mengantar langsung hingga ke bandara.
Setibanya di Halim Perdanakusuma, PM Anwar Ibrahim dilepas dengan jajar kehormatan resmi yang berdiri sejajar dengan tangga pesawat.
Pesawat yang membawa PM Anwar dan rombongan terbatas lepas landas pada pukul 19.20 WIB, disertai momen perpisahan hangat antara kedua pemimpin.
Prabowo melambaikan tangan yang dibalas oleh PM Anwar dari depan pintu pesawat.
Pembahasan Konflik Timur Tengah
Melalui akun Instagram resminya, @anwaribrahim_my, PM Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia juga membuka ruang dialog mengenai isu-isu strategis global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah.
“Pertemuan penuh makna bersama Presiden @prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” ujar Anwar Ibrahim dalam keterangan unggahannya.
Anwar juga menekankan pentingnya kesepaduan regional dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Dalam ketidaktentuan global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip bagi memelihara keamanan, menjamin kestabilan serta memperkukuh daya tahan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” jelas Anwar.
Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral serta mendorong upaya diplomasi internasional guna meredakan konflik yang sedang berlangsung.
“Kami sepakat untuk mempergiat usaha diplomasi bagi meredakan konflik, melindungi nyawa orang awam serta membuka ruang rundingan ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan. Pada masa sama, kelangsungan rantaian bekalan global serta laluan perdagangan strategik termasuk Selat Hormuz mesti dipastikan tidak terjejas,” tegas anwar.
Turut hadir dalam prosesi pelepasan keberangkatan PM Anwar di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma adalah:
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
