Liam Rosenior. Gambar: Dok. Chelsea
Chelsea berpotensi melakukan pergantian pelatih dalam waktu dekat jika performa tim di bawah asuhan Liam Rosenior tidak segera membaik.
Klub asal London tersebut sebelumnya menunjukkan kepercayaan besar kepada Rosenior dengan mengontraknya hingga 2032 setelah menggantikan Enzo Maresca pada awal Januari 2026.
Namun, hasil buruk di berbagai kompetisi, termasuk tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain, mulai menimbulkan keraguan internal terhadap masa depan sang pelatih.
Saat ini, Chelsea masih kesulitan meraih konsistensi di Liga Inggris. Tekanan terhadap Rosenior dipastikan meningkat seiring hasil mengecewakan yang terus terjadi.
Berdasarkan laporan, muncul sejumlah nama yang dinilai realistis untuk menggantikan posisi Rosenior jika manajemen klub mengambil keputusan drastis dalam waktu dekat.
Lima Pelatih yang Bisa Dipertimbangkan Chelsea
Chelsea disebut-sebut bisa mengevaluasi posisi Liam Rosenior jika performa tim tak kunjung membaik. Dalam konteks itu, sejumlah nama mulai muncul sebagai opsi yang layak dipertimbangkan.
1. Filipe Luis
Filipe Luis termasuk pelatih muda yang sedang naik daun di Brasil. Setelah karier bermain yang sukses bersama Atletico Madrid, Chelsea, dan timnas Brasil, ia meniti karier kepelatihan bersama Flamengo dan langsung meraih beberapa trofi dalam waktu singkat.
FIFA mencatat ia sudah mengangkat tiga gelar hanya dalam enam bulan awal bersama Flamengo pada 2025.
Pengalamannya sebagai mantan pemain top serta kemampuannya bekerja dengan skuad muda membuat namanya menarik dalam pembahasan klub-klub Eropa.
Bagi Chelsea, Filipe Luis bisa dilihat sebagai opsi pelatih muda dengan rekam jejak awal yang menjanjikan.
2. Andoni Iraola
Andoni Iraola membangun reputasi sebagai pelatih modern sejak menangani Rayo Vallecano, lalu melanjutkannya di Bournemouth.
Bournemouth menunjuk Iraola sebagai head coach pada 2023 setelah ia menyelesaikan kontraknya di Spanyol.
Sebelumnya, ia juga punya karier bermain panjang bersama Athletic Bilbao dan pernah membela timnas Spanyol.
Iraola dikenal dengan pendekatan permainan yang agresif, intens, dan terorganisasi.
Profil seperti ini membuatnya sering masuk pembahasan ketika klub-klub Premier League mencari pelatih dengan pendekatan modern.
3. Jose Mourinho
Jose Mourinho tidak perlu banyak diperkenalkan. Ia pernah menangani Chelsea dalam dua periode dan mempersembahkan sejumlah trofi besar, termasuk gelar Premier League.
Dalam karier manajerialnya, Mourinho juga pernah melatih Porto, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham, Roma, dan Fenerbahce.
Ia tetap menjadi salah satu figur paling dikenal dalam dunia kepelatihan modern.
Jika namanya kembali muncul dalam pembahasan Chelsea, itu lebih karena statusnya sebagai sosok berpengalaman dan punya sejarah kuat dengan klub.
Namun, kemungkinan itu tetap bergantung pada arah proyek yang ingin diambil manajemen.
4. Sebastian Hoeness
Sebastian Hoeness termasuk pelatih Jerman yang reputasinya terus menanjak. Ia sempat bekerja di Bayern Munich II dan Hoffenheim sebelum membangun nama lebih besar bersama Stuttgart.
Hoeness dikenal sebagai pelatih yang mampu membentuk tim kompetitif dengan struktur permainan yang jelas dan pendekatan yang modern.
Karena usianya masih relatif muda untuk ukuran pelatih level atas, ia kerap dilihat sebagai opsi jangka panjang bagi klub yang ingin membangun proyek stabil, bukan sekadar solusi jangka pendek.
5. Gary O’Neil
Gary O’Neil saat ini menangani Strasbourg setelah ditunjuk pada Januari 2026. Strasbourg menyebut O’Neil sebagai pelatih dengan pengalaman kuat di level tertinggi Inggris dan pendekatan modern yang sejalan dengan proyek olahraga klub.
Sebelumnya, ia pernah melatih Bournemouth dan Wolverhampton Wanderers setelah pensiun sebagai pemain yang mencatat lebih dari 500 laga profesional di Inggris.
Karena Strasbourg berada dalam jaringan yang terhubung dengan kepemilikan Chelsea, nama O’Neil cukup masuk akal jika muncul dalam spekulasi.
Namun, latar belakangnya juga membuat reaksi publik bisa beragam, tergantung bagaimana Chelsea memosisikan langkah tersebut.
