Skuad Torino. Gambar: Instagram/@torinofc1906
AC Milan akan menjamu Torino pada laga pekan ke-30 Liga Italia (Serie A) 2025/2026 yang digelar di San Siro, Minggu (22/3) pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi Rossoneri untuk mengamankan posisi runner-up klasemen sementara setelah peluang meraih gelar juara semakin tipis.
Kekalahan 0-1 dari Lazio pada laga sebelumnya membuat AC Milan tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.
Hasil buruk tersebut juga membuat posisi Milan di peringkat kedua mulai terancam karena Napoli yang ada di posisi ketiga kini hanya berjarak satu poin. Milan mengoleksi 60 poin, sedangkan Napoli berada di angka 59.
Untuk menghindari kekalahan beruntun pertama dalam 12 bulan terakhir, skuad asuhan Massimiliano Allegri harus menang atas Torino dan kembali ke jalur positif di Serie A.
Kekalahan atas Lazio juga menandai kekalahan tandang pertama AC Milan musim ini.
Meski menguasai 59 persen bola dan melepaskan 17 tembakan (3 on target), Milan gagal mencetak gol dan kebobolan satu gol oleh Gustav Isaksen pada menit ke-26.
Laga ini sekaligus membangkitkan memori buruk tersingkirnya Milan dari Coppa Italia oleh Lazio di stadion yang sama.
Rekor Pertemuan dan Kekuatan Kedua Tim
AC Milan memiliki rekor impresif saat bermain di San Siro melawan Torino.
Sejak kekalahan terakhir dari Torino pada 1985, I Rossoneri belum pernah kalah di kandang dari Il Toro dalam 29 pertemuan, mencatatkan 20 kemenangan dan 9 hasil imbang.
Dalam pertemuan terakhir di Turin pada Desember 2025, Milan menang dramatis 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
Namun, Milan harus waspada karena performa mereka mulai tidak konsisten. Setelah mencatat 24 pertandingan tak terkalahkan, mereka telah mengalami dua kekalahan dalam empat laga terakhir.
Sebaliknya, Torino menunjukkan sedikit peningkatan performa sejak ditangani pelatih interim Roberto D’Aversa. Dalam tiga laga terakhir, Torino berhasil meraih dua kemenangan dan mengumpulkan enam poin.
Meski begitu, rekor tandang Torino musim ini sangat buruk. Dari lima laga tandang terakhir di semua kompetisi, mereka hanya meraih satu poin dan kebobolan 15 gol.
Selain itu, hampir setengah pertandingan Serie A musim ini berakhir dengan kekalahan untuk Il Toro, dan mereka mencatat pertahanan terburuk kedua di liga. Torino saat ini menghuni posisi ke-14 dengan 33 poin, unggul sembilan angka dari Cremonese di peringkat ke-18.
Prediksi Susunan Pemain dan Perubahan Taktik
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, diprediksi akan melakukan beberapa rotasi menyusul absennya Rafael Leao karena cedera.
Niclas Fullkrug akan menggantikan Leao di lini depan dan berduet dengan Christian Pulisic. Sementara itu, Santiago Gimenez masih diragukan tampil karena belum fit sepenuhnya.
Lini tengah akan diperkuat dengan kembalinya Adrien Rabiot setelah menjalani skorsing. Ia akan bergabung dengan Luka Modric sebagai pengatur tempo serta Youssouf Fofana yang diplot sebagai gelandang nomor 8.
Di sektor sayap, Alexis Saelemaekers dan Davide Bartesaghi akan mengisi sisi kanan dan kiri.
Untuk pertahanan, Mike Maignan akan kembali menjaga gawang. Trio bek tengah diperkirakan diisi oleh Fikayo Tomori, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic.
Struktur tiga bek ini menjadi andalan Allegri dalam menjaga soliditas lini belakang, yang sejauh ini hanya kebobolan 21 gol—terbaik di Serie A.
Berikut prediksi susunan pemain:
AC Milan (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi; Christian Pulisic, Niclas Fullkrug.
Pelatih: Massimiliano Allegri.
Torino (3-4-1-2): Alberto Paleari; Saul Coco, Ardian Ismajli, Enzo Ebosse; Marcus Holmgren Pedersen, Matteo Prati, Gvidas Gineitis, Rafael Obrador; Nikola Vlasic; Giovanni Simeone, Che Adams.
Pelatih: Roberto D’Aversa.
Dengan performa tandang yang buruk dan rekor negatif di San Siro, Torino diprediksi akan menghadapi laga sulit melawan AC Milan yang wajib menang demi menjaga posisi runner-up di klasemen Serie A.
