Imbas Konflik Timur Tengah, Purbaya Lebih Pilih Efisiensi Dibandingkan Defisit. Gambar: Instagram/@menkeuri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), meski ada potensi lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah.
Kebijakan yang diambil adalah langkah efisiensi anggaran. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta Pusat pada Senin (16/3).
“Ada (pemangkasan belanja) didiskusikan nanti berapa, kalau memang harga BBM naik terus kan langkah pertama ya itu, efisiensi,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya menekankan bahwa menjaga defisit tetap di bawah batas 3% lebih diprioritaskan daripada menambah beban utang.
“Kita jaga semuanya, kalau nggak kan enak amat kerja saya. Ya udah Pak, kita naikkin ini aja, (defisit) APBN, kita ngutang lebih banyak, ntar lu marah-marah lagi pemerintah ngutang terus,” ujarnya.
Kementerian Diminta Hitung Ulang Anggaran
Purbaya menjelaskan bahwa kementerian keuangan akan meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggaran yang memungkinkan dipangkas.
Fokus penghematan diarahkan pada program tambahan yang dinilai menyebabkan pembengkakan anggaran.
“Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong. Kan ada beberapa program tambahan, anggaran tambahan-tambahan yang membuatnya gelembung sekali,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap gejolak harga minyak global imbas konflik Timur Tengah. Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemotongan anggaran tidak akan langsung dieksekusi.
“Nanti kita mungkin dalam seminggu ke depan kementerian keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap ngitung, tetapi belum tentu eksekusi ya. Kalau mau dipotong, yang mana yang mau dipotong, kira-kira gitu. Nanti mereka adjust kebijakannya berdasarkan potongan,” tambahnya.
APBN Masih dalam Kondisi Aman
Purbaya menyampaikan bahwa kondisi APBN saat ini masih dalam kategori aman.
Pemerintah baru akan mengambil langkah tambahan jika harga minyak dunia terus meningkat tajam dan bertahan dalam waktu lama.
“Itu kan belum kelihatan sekarang, belum stabil. Jadi kita belum lihat sampai sekarang, tapi rasanya sih anggaran cukup bertahan, kecuali naiknya tinggi sekali ya,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah memiliki saldo anggaran lebih (SAL) yang cukup untuk menutup potensi pelebaran defisit.
Bila defisit melebar hingga 3,5% dari PDB atau sekitar Rp110 triliun dari target awal defisit Rp698 triliun, dana tersebut masih dapat ditutup dari SAL.
“Kalau cuma butuh Rp110 triliun saja saya bisa tutup dari SAL saya, masih cukup kan uang saya, jadi anda nggak usah takut, saya masih punya tabungan, jadi jangan takut,” ujar Purbaya.
