Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat. Gambar: Instagram/@menkeuri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3) guna meninjau langsung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sidak ini dilakukan untuk merespons pernyataan sejumlah ekonom yang menyebutkan bahwa daya beli masyarakat melemah dan aktivitas perdagangan menurun.
Dalam kunjungannya, Purbaya menegaskan bahwa kondisi pasar masih ramai oleh pengunjung dan aktivitas jual beli tetap berjalan.
“Banyak ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli hancur, pasar sepi. Saya ingin cek langsung, karena kalau lihat data kita, ekonomi lagi bagus,” ujar Purbaya dalam keterangannya di lokasi, Senin (9/3).
Hasil pengamatan langsung menunjukkan adanya kerumunan pengunjung di sejumlah titik pasar dan aktivitas belanja yang masih aktif.
“Ternyata betul, daya beli masih ada. Orang masih belanja, pasar juga masih ramai,” katanya.
Tujuan utama sidak ini adalah membuktikan situasi riil di lapangan, menyusul data pemerintah yang menunjukkan indikator ekonomi nasional masih dalam kondisi positif.
Purbaya juga menjelaskan bahwa kedatangannya tidak diberitahukan sebelumnya, sehingga keramaian yang terlihat merupakan aktivitas pasar normal.
Aktivitas Perdagangan di Pasar Tanah Abang
Selama menelusuri Blok A Pasar Tanah Abang, Purbaya mengunjungi sejumlah toko pakaian seperti toko baju koko dan kerudung, serta berdialog langsung dengan beberapa pedagang.
Meski pasar terlihat ramai, sejumlah pedagang mengeluhkan berkurangnya pemborong serta meningkatnya dominasi penjualan daring.
“Pak Purbaya, perbaiki ekonomi Indonesia!” teriak salah satu pedagang.
Purbaya mengakui bahwa kehadirannya bisa saja memberikan efek sesaat terhadap keramaian pasar.
Namun ia menegaskan bahwa para pengunjung yang hadir adalah pembeli sebenarnya karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai sidak ini.
“Kalau saya datang ke sini, terus tiba-tiba banyak orang ngumpul. Artinya di sekeliling kita kan banyak orang yang lagi belanja, artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik. Dan kita tidak resesi. Apalagi krisis, kita jauh,” ujar Purbaya.
Kondisi Ekonomi Nasional dan Konflik Timur Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia belum menunjukkan dampak signifikan dari konflik antara Iran dan AS-Israel yang menyebabkan lonjakan harga minyak global.
Ia menyatakan bahwa pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi potensi tekanan ekonomi dari sektor energi.
“Jadi ekonomi kita sedang bagus, teman-teman enggak usah takut. Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin,” jelasnya.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena pemerintah masih memiliki ruang fiskal dan kebijakan untuk merespons dinamika ekonomi yang terjadi.
