Villarreal vs Atletico Madrid 5-1 El Submarino Amarillo Kunci Peringkat Ketiga La Liga. Gambar: Instagram/@villarrealcf
Villarreal memastikan finis di peringkat ketiga klasemen akhir La Liga setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 5-1 pada laga pekan terakhir di Estadio de la Cerámica.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang telah mengamankan tiket Liga Champions UEFA musim depan, dengan duel penentuan posisi podium terakhir di bawah dua tim teratas Liga Spanyol.
Kemenangan tersebut sekaligus memutus tren enam pertandingan tanpa kemenangan Villarreal saat menghadapi Atletico Madrid.
Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi Villarreal karena untuk pertama kalinya sejak musim 2007/08 mereka kembali menempati peringkat ketiga La Liga.
Selain itu, laga tersebut juga menjadi momen perpisahan bagi pelatih Marcelino serta sejumlah pemain yang akan hengkang.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Atletico Madrid menutup musim di luar tiga besar untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir, serta tertinggal 25 poin dari juara Liga Spanyol, Barcelona.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal.
Villarreal tampil dominan dan mampu memaksimalkan peluang menjadi gol, sementara Atletico Madrid kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah.
Skor akhir 5-1 menegaskan keunggulan Villarreal atas Atletico Madrid dalam laga penentuan posisi akhir La Liga tersebut.
Jalannya Pertandingan
Villarreal langsung mengambil inisiatif serangan pada babak pertama. Keunggulan dibuka melalui gol penalti Dani Parejo setelah Juan Musso dinilai melanggar Nicolas Pepe di dalam kotak terlarang.
Tayangan ulang memperlihatkan kontak yang minim, namun wasit tetap menunjuk titik putih. Parejo yang mengeksekusi penalti berhasil mencetak gol, yang juga menjadi penampilan terakhirnya bersama Villarreal.
Empat menit berselang, Villarreal menggandakan keunggulan. Ayoze Perez mencetak gol melalui sepakan kaki kiri yang memperbesar skor menjadi 2-0.
Tekanan berlanjut hingga Georges Mikautadze menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat penyelesaian akhir jarak dekat di depan gawang Atletico Madrid.
Atletico Madrid sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Marc Pubill memanfaatkan kegagalan kiper Arnau Tenas dalam mengantisipasi sepak pojok Antoine Griezmann untuk mencetak gol balasan.
Namun, Villarreal merespons sebelum babak pertama berakhir. Pape Gueye mencetak gol setelah menerima umpan dari Nicolas Pepe, mengubah skor menjadi 4-1 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Villarreal tetap menjaga tempo permainan. Sembilan menit setelah jeda, Ayoze Perez kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Ia menerima operan dari Pepe dan melepaskan tembakan melengkung yang menembus gawang Musso, sehingga skor berubah menjadi 5-1 untuk keunggulan Villarreal atas Atletico Madrid.
Sekitar 25 menit sebelum pertandingan berakhir, suasana emosional terjadi di Estadio de la Cerámica.
Publik tuan rumah memberikan tepuk tangan ketika Dani Parejo dan Alfonso Pedraza ditarik keluar dan digantikan oleh Alassane Diatta serta Sergi Cardona.
Momen tersebut menandai perpisahan dua pemain tersebut di kandang Villarreal.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim. Kemenangan ini memastikan Villarreal menutup musim Liga Spanyol di posisi ketiga klasemen akhir La Liga.
Sebaliknya, bagi Diego Simeone, hasil ini menutup musim Atletico Madrid di luar tiga besar dengan selisih 25 poin dari Barcelona sebagai juara Liga Spanyol.
