Arema FC Vs PSIM Yogyakarta 3-1 Dalberto Bersinar, Singo Edan Tutup Musim dengan Kemenangan. Gambar: Instagram/@aremafcofficial
Arema FC menutup musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan 3-1 atas PSIM Yogyakarta pada laga pekan terakhir yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5) sore WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Dalberto Luan Belo menjadi sosok kunci kemenangan Singo Edan melalui satu gol dan dua assist.
Hasil ini memastikan Arema FC finis di papan tengah klasemen, sementara PSIM Yogyakarta berada di bawahnya pada akhir musim Super League.
Pertandingan Arema FC vs PSIM Yogyakarta berlangsung sejak pukul 15.30 WIB dengan intensitas tinggi.
Tuan rumah langsung unggul cepat pada menit kedua melalui Joel Vinicius setelah menerima umpan dari Dalberto yang merebut bola di lini tengah dan mengirimkannya ke sisi kanan kotak penalti.
Sepakan keras Vinicius tidak mampu dibendung kiper PSIM, Cahya Supriadi. Keunggulan tersebut menjadi awal efektivitas Arema meski secara penguasaan bola PSIM lebih unggul.
Kemenangan ini membuat Arema FC mengakhiri kompetisi super league 2025/2026 dengan 48 poin dari 34 pertandingan dan menempati peringkat kesembilan klasemen.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta mengumpulkan 45 poin dari jumlah pertandingan yang sama dan berada di posisi ke-11.
Sepanjang laga, Dalberto tidak hanya mencetak gol pada menit ke-48 berdasarkan catatan resmi pertandingan, tetapi juga mencatat assist untuk gol pembuka Joel Vinicius serta gol penutup yang dicetak Valdeci di penghujung laga.
Jalannya Pertandingan
Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Gol pertama lahir dari penetrasi Dalberto di luar kotak penalti yang melewati barisan pertahanan lawan sebelum memberikan umpan matang kepada Joel Vinicius.
Dari ruang tembak terbuka, Vinicius melepaskan tendangan akurat yang membawa Arema FC unggul 1-0. Setelah gol tersebut, kedua tim saling menciptakan peluang.
PSIM Yogyakarta yang tampil dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 72 persen berupaya membalas melalui Ze Valente dan Pulga Vidal.
Beberapa peluang tercipta melalui bola mati dan tembakan jarak dekat, namun kiper Adi Satryo mampu mengamankan gawangnya.
Arema juga hampir menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh Julian Guevara yang membentur tiang gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul van Gastel melakukan pergantian dengan memasukkan Nermin Haljeta menggantikan Riyatno Abiyoso untuk meningkatkan daya serang.
Namun, Arema FC justru menambah keunggulan pada menit ke-48 ketika Dalberto memanfaatkan umpan datar Betinho dari lini tengah.
Gol ini menambah koleksi Dalberto menjadi 19 gol sepanjang musim dan menempatkannya di peringkat ketiga daftar top skor super league di bawah David Da Silva (23 gol) dan Alex Martins (20 gol).
PSIM memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui Deri Corfe pada menit ke-52 berdasarkan catatan pertandingan.
Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan bola pantul hasil kreasi Nermin Haljeta serta umpan tarik Ze Valente di dalam kotak penalti.
Setelah gol itu, PSIM meningkatkan tekanan melalui tembakan Muhammad Iqbal dan Nermin Haljeta, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Menjelang akhir pertandingan, Arema FC kembali mencetak gol pada menit ke-88.
Valdeci yang masuk sebagai pemain pengganti melepaskan sepakan melengkung dari tepi kotak penalti ke pojok gawang PSIM setelah menerima umpan dari Dalberto.
Gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 bagi Singo Edan atas PSIM Yogyakarta dalam laga penutup super league musim ini.
Secara statistik, PSIM mencatat 17 tembakan dengan tujuh tepat sasaran, sementara Arema menghasilkan 16 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang.
Meski kalah dalam penguasaan bola, Arema FC tampil efektif dalam memaksimalkan peluang.
Dengan hasil ini, Arema FC dan PSIM Yogyakarta sama-sama menyelesaikan 34 pertandingan di kompetisi super league 2025/2026 dengan selisih tiga poin di klasemen akhir.
