Susi Pudjiastuti Resmi Menjabat sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB. Gambar: Instagram/@susipudjiastuti115
Susi Pudjiastuti resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara hybrid di Bale Pakuan dan Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4).
Penetapan tersebut dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) sebagai bagian dari agenda perubahan susunan pengurus perseroan.
Pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai pimpinan dewan komisaris independen akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali menyatakan bahwa nama-nama yang masuk dalam jajaran direksi dan komisaris dipilih berdasarkan pertimbangan integritas.
“Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,” ujar Dedi dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
“Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas, bagi pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas. Jadi saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris,” tambahnya.
Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai bagian dari jajaran bank bjb juga disampaikan langsung dalam forum RUPST tersebut.
“Komisaris Utama Independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi. Yang kedua Pak Eydu yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri,” jelas Dedi.
“Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimistis masa orang berintegritas tidak lulus,” tambahnya.
Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi
Dalam susunan baru Dewan Komisaris bank bjb, Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Komisaris Utama Independen.
Selain itu, pemegang saham menetapkan sejumlah nama lain, yakni Novian Herodwijanto sebagai Komisaris Independen, Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen yang efektif setelah persetujuan OJK, serta Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, dan Tomsi Tohir sebagai Komisaris.
Pada jajaran direksi, RUPST menetapkan struktur sebagai berikut: Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Hana Dartiwan sebagai Direktur Keuangan, Mulyana sebagai Direktur Korporasi dan UMKM, Nunung Suhartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, Muhammad As’adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi, serta Herfinia sebagai Direktur Operasional.
Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menyampaikan fokus manajemen ke depan.
“Alhamdulillah kebetulan pengangkatan hari ini, Alhamdulillah. Dan intinya saya tetap melakukan penguatan pondasi bisnis yang ke depannya kita fokus meningkatkan kualitas aset, kualitas kredit yang harus selektif, kita akan jadikan bank transaksional ke depannya,” ujar Ayi.
“Ini juga menjadikan keberlanjutan dan memperbaiki ke arah lebih baik, jangan melihat ke belakang tapi harus ke depan,” sambungnya.
Perubahan struktur direksi disebut dilakukan seiring meningkatnya peran strategis teknologi informasi dalam transformasi bisnis perseroan.
Dalam RUPST, disampaikan bahwa struktur jabatan kini menjadi tujuh posisi strategis dengan pemisahan fungsi teknologi informasi dari operasional.
“Struktur jabatan menjadi 7 karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategis, kepentingan bisnis bank bjb ke depan,” kata Dedi.
Keputusan Dividen dan Agenda RUPST
Selain perubahan pengurus, RUPST Tahun Buku 2025 juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham kepada pemegang saham, baik saham seri A maupun seri B.
“Keputusannya pertama dividen pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan 900 miliar, dividen bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B,” ujar Dedi.
RUPST membahas tujuh agenda utama yang mencakup persetujuan Laporan Tahunan, termasuk pengesahan
Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025.
Agenda lainnya meliputi penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025, pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan), serta perubahan anggaran dasar perseroan setelah bank bjb ditetapkan sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK).
Kinerja dan Aset Perusahaan
Sepanjang 2025, bank bjb mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun. Perseroan menyebut capaian tersebut menjadikan bank bjb sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.
Pertumbuhan aset ini menjadi salah satu dasar dilakukan penyegaran organisasi guna menopang arah bisnis perseroan.
Dalam kesempatan terpisah, Dedi juga menyampaikan target terhadap kinerja manajemen baru.
“Target ke depan dengan jajaran direksi baru kinerjanya harus lebih baik, banknya lebih sehat, dan pinjam-pinjam macet segera bayar,” ujarnya.
Sementara itu, Susi Pudjiastuti menyatakan kesiapannya menjalankan tugas sebagai Komisaris Utama Independen.
“Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank bjb, semoga itu bisa,” katanya.
“Dan saya seperti ini, saya bilang sama Pak Gub (Dedi Mulyadi), harus mau terima Susi ya begini, saya maksud yang saya omong dan saya omong yang saya maksud. Saya orang profesional jadi yang saya maksud ya saya omong,” tutupnya.
