Studi Kelayakan MRT Lebak Bulus–Serpong Ditargetkan Selesai Tahun Ini. Gambar: Dok. MRT
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong rampung pada akhir tahun 2026.
Kajian ini dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi umum di wilayah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan yang memiliki mobilitas tinggi.
Proyek ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di jalan raya dan tol yang kerap terjadi di koridor tersebut.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyatakan bahwa proses studi kelayakan telah dimulai dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
“MRT Jakarta dan Sinar Mas Land sudah memulai studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Serpong,” katanya dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
“MRT Jakarta dan Sinar Mas Land akan menyelesaikan kajian ini di akhir tahun. Apabila ada MRT, akan baik ke depannya, akan mengurai kemacetan di jalan raya maupun tol,” tambahnya.
Kajian pengembangan jalur mrt ini telah berlangsung sejak Juli 2025, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dan Sinar Mas Land.
Studi tersebut mencakup analisis komprehensif terkait skema pembiayaan, teknologi, serta trase proyek yang akan menghubungkan Lebak Bulus dengan Serpong sebagai bagian dari penguatan jaringan transportasi umum terintegrasi di kawasan Jabodetabek.
Kolaborasi dan Tujuan Pengembangan Jalur
CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kondisi lalu lintas yang semakin padat di wilayah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan.
“Ya, kita lihat nih traffic-nya parah kan. Dari kita punya development ke Jakarta gitu. Kita enggak ngomong kita punya development aja lah, kita juga lihatin semuanya gitu kan teman-teman di sekitar perumahan itu ya. Memang kita lihat kondisi ini makin hari makin berat gitu ya,” ujar Irawan dalam konferensi pers di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menegaskan bahwa studi kelayakan menjadi landasan utama dalam menentukan skema pembiayaan yang realistis.
“Harapannya dengan studi ini nanti kita akan bisa mendapatkan kira-kira gambarannya akan seperti apa, biayanya berapa, dan semua itu memerlukan kajian komprehensif. Bagaimana biaya kita bisa tekan serendah-rendahnya dan pendapatan bisa kita tingkatkan setinggi-tingginya,” katanya.
Irawan menambahkan bahwa keterlibatan Sinar Mas Land saat ini masih terbatas pada tahap studi.
“Kita lihat dari opsi-opsi itu visible enggak untuk kita. Meskipun nanti kita akan ada kayak bikin letter of intent terhadap Kementerian Perhubungan untuk menyampaikan intensi kita untuk perpanjangan jalur ini,” ujarnya.
Pengembangan MRT Jakarta Lainnya
Selain rencana perpanjangan jalur mrt dari Lebak Bulus ke Serpong, Kemenhub juga menyampaikan perkembangan proyek MRT Jakarta lainnya.
Pembangunan fase 2 jalur Utara–Selatan hingga kawasan Monas ditargetkan selesai pada tahun 2027, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong percepatan penyelesaiannya.
Sementara itu, proyek jalur Timur–Barat yang akan menghubungkan Balaraja, Tangerang, dengan Cikarang, Jawa Barat, direncanakan mulai konstruksi pada tahun 2026.
Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada infrastruktur yang berada di wilayah Jakarta.
“Tapi tahap awal akan mulai di dalam kota Jakarta dulu dan konstruksinya ditargetkan dimulai di tahun ini,” jelas Allan Tandiono.
Perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong diharapkan memperkuat sistem transportasi umum yang terintegrasi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendukung pengembangan kawasan di sepanjang koridor tersebut.
Dengan rampungnya studi kelayakan pada akhir tahun ini, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait akan memiliki dasar yang jelas untuk menentukan langkah lanjutan proyek strategis ini.
