Stasiun JIS Dijadwalkan Mulai Beroperasi Juni 2026. Gambar: Dok. Istimewa
Pembangunan Stasiun JIS di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan mulai beroperasi pada Juni 2026.
Kepastian ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai rapat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Selasa (7/4) di Ancol, Jakarta Utara.
Pengoperasian stasiun ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada 22 Juni guna mendukung mobilitas masyarakat menuju lokasi kegiatan di kawasan tersebut melalui transportasi umum.
“Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi,” ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa (7/4). Ia menegaskan bahwa kehadiran stasiun ini akan mempermudah akses masyarakat dari berbagai wilayah Jakarta menuju Jakarta International Stadium dan kawasan wisata Ancol menggunakan moda transportasi umum berbasis rel.
“Dengan demikian, pada bulan Juni ketika ulang tahun Jakarta, kalau kemudian kegiatannya diadakan di JIS atau di Ancol, pasti akan sangat gampang masyarakat di mana pun untuk bisa hadir sampai dengan di JIS maupun di Ancol,” tambahnya.
Operasional Stasiun JIS diharapkan mendukung kelancaran mobilitas, terutama saat berlangsung acara berskala besar di Jakarta Utara.
Pengembangan Transportasi dan Integrasi Jaringan
Selain penyelesaian Stasiun JIS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT KAI juga membahas pengembangan jaringan transportasi umum lainnya di Jakarta.
Salah satu proyek utama adalah rencana pembangunan jalur kereta rel listrik (KRL) sepanjang 16 kilometer yang akan menghubungkan Rawajati hingga Tanjung Priok.
Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dari wilayah selatan ke utara serta mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok yang menjadi kereta listrik dan itu secara signifikan pasti akan membantu kemudahan transportasi di Jakarta,” kata Pramono.
Ia menambahkan bahwa pembahasan dalam rapat tersebut juga mencakup penyelesaian proyek MRT dan pengembangan kawasan Kota Tua sebagai bagian dari integrasi sistem transportasi umum yang lebih luas.
Integrasi antarstasiun di pusat kota juga menjadi fokus, khususnya di kawasan Dukuh Atas, Stasiun BNI, dan Stasiun Karet.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan konektivitas antarmoda yang lebih efisien bagi pengguna transportasi umum di Jakarta.
“Termasuk urusan yang Dukuh Atas, kemudian juga Stasiun BNI dan Karet, yang akan kita integrasikan segera akan dilakukan,” ujarnya.
Perubahan Target dan Dukungan Infrastruktur
Target operasional Stasiun JIS sebelumnya direncanakan pada April 2026, namun disesuaikan menjadi Juni 2026 dengan mempertimbangkan progres pembangunan dan kesiapan infrastruktur pendukung di kawasan Jakarta International Stadium.
Penyesuaian ini dilakukan agar seluruh fasilitas penunjang dapat berfungsi optimal saat stasiun mulai beroperasi.
Sebagai bagian dari dukungan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) sepanjang sekitar 450 meter yang menghubungkan Ancol dengan kawasan stadion.
Proyek ini telah dimulai pada 25 Januari 2026 dan ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat berlangsung acara besar di JIS.
“Karena apa? Begitu ada pertandingan sepak bola, ada konser, yang parkir di JIS itu begitu menyumbat dan akhirnya kemacetan ke mana-mana. Karena itu menjadi barrier bagi JIS,” jelas Pramono.
Ia menambahkan bahwa konektivitas ini juga akan memberikan manfaat tambahan bagi kawasan Ancol, terutama dalam hal kapasitas parkir dan peningkatan aktivitas pengunjung.
“Mudah-mudahan dengan disambungkan, yang pertama Ancol mendapatkan benefit. Parkir 10 ribu mobil pun bisa di Ancol. Motor juga bisa. Kemudian Ancol-nya nanti kami akan hidupkan,” ujarnya.
Dengan rampungnya stasiun JIS dan infrastruktur pendukung di Jakarta Utara, akses menuju Jakarta International Stadium diharapkan semakin mudah melalui transportasi umum yang terintegrasi.
