Prabowo Bidik Produksi Massal Sedan Listrik RI Mulai 2028. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memulai produksi massal sedan berbasis mobil listrik pada 2028 sebagai bagian dari penguatan industri otomotif nasional dan transisi menuju energi bersih.
Target tersebut disampaikan dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pembangunan industri hulu hingga hilir.
Dalam sambutannya, Prabowo Subianto menegaskan capaian Indonesia dalam memproduksi kendaraan listrik komersial sekaligus menyampaikan target produksi sedan listrik secara massal.
“Jadi hari ini, saya sangat gembira, saya sangat bangga, kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk listrik. Ini sangat, sangat penting,” kata Prabowo Subianto, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden.
“Memang rencana kami, saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” tambahnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan perusahaan yang akan fokus pada produksi sedan listrik.
“Kami juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik,” ujar Prabowo Subianto.
Upaya ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas industri dalam negeri sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Peresmian Pabrik PT VKTR Sakti Industries
Peresmian pabrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Fasilitas ini merupakan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial berbasis completely knocked down (CKD) pertama di Indonesia, yang mulai dibangun pada Februari 2024.
Pabrik tersebut dirancang untuk merakit bus dan truk listrik dengan kapasitas produksi hingga sekitar 10.000 unit.
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto menekankan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik berkaitan erat dengan kebutuhan akan efisiensi energi dan penggunaan energi bersih.
“Walaupun bagaimana, kita harus hemat energi. Walaupun bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi,” kata Prabowo Subianto.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional, mulai dari perakitan hingga pengembangan teknologi.
Selain itu, pembangunan pabrik tersebut menunjukkan kesiapan industri dalam negeri untuk mendukung target produksi massal sedan mobil listrik pada 2028, sejalan dengan arah transformasi energi nasional.
Dengan kemampuan produksi bus dan truk listrik yang telah berjalan, pemerintah memandang industri dalam negeri memiliki fondasi kuat untuk memperluas produksi ke segmen kendaraan penumpang.
Pengembangan ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri otomotif berbasis mobil listrik serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar kendaraan listrik regional dan global.
