Pangdam Udayana Serahkan Bantuan Rumah untuk Keluarga Serka Ichwan yang Gugur di Lebanon. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden
Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyerahkan bantuan satu unit rumah kepada keluarga Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Penyerahan bantuan dilakukan melalui Asisten Personel Kasdam IX/Udayana Kolonel Arh Burhan Fajari Arfian pada Sabtu (4/4).
Bantuan yang diberikan oleh Pangdam Udayana tersebut meliputi satu unit rumah lengkap dengan perabotan yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, satu unit sepeda motor, serta bantuan tunai untuk mendukung kebutuhan hidup keluarga almarhum.
Momentum penyerahan bantuan berlangsung bertepatan dengan prosesi penjemputan jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4).
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Udayana juga bertemu langsung dengan istri almarhum, Hana Dita Anjani, dan putrinya yang masih berusia tujuh bulan.
Kehadiran Pangdam tidak hanya sebagai perwakilan institusi TNI, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Bantuan sebagai Wujud Kepedulian Institusi
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menyampaikan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada prajurit yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam menjalankan tugas.
“TNI akan terus berkomitmen memberikan perhatian kepada keluarga prajurit sebagai bagian dari tanggung jawab moral institusi,” ujar Widi Rahman dalam keterangannya, Minggu (5/4).
Ia juga menegaskan bahwa pengabdian para prajurit yang gugur akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran TNI.
Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, wilayah yang berada di kawasan Timur Tengah.
Selain Ichwan, dua prajurit lainnya adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.
Ketiganya gugur saat menjalankan tugas di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan akibat konflik yang melibatkan militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Suasana duka menyelimuti prosesi penyambutan jenazah di Gedung VIP Lounge Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (4/4) malam sekitar pukul 18.00 WIB.
Ketiga peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih tiba di Tanah Air dan disambut dengan upacara militer yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Lagu Gugur Bunga yang dikumandangkan dalam prosesi tersebut menambah suasana haru saat keluarga menyambut kedatangan jenazah.
Atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam misi perdamaian dunia, ketiga prajurit TNI tersebut dianugerahi medali anumerta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi prajurit TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Setelah prosesi penyambutan, jenazah ketiga prajurit diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer di taman makam pahlawan.
Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung.
Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II, Magelang.
Sementara Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon dimakamkan di TMP Giripen, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
