Empat Pemain Timnas Indonesia Tersangkut Kasus “Paspoorgate” di Belanda, Terancam Absen Bela Club. Gambar: Instagram/@nathantjoeaon
Krisis “paspoortgate” di Liga Belanda menyeret empat pemain Timnas Indonesia yang berkarier di sana—Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens karena persoalan izin tinggal dan izin kerja setelah berstatus pemain non-Uni Eropa.
Dampaknya, keempatnya dikabarkan tidak dapat membela klub dan bahkan tidak diizinkan mengikuti latihan hingga urusan administrasi mereka beres.
Kasus ini muncul setelah Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda merilis daftar 25 pemain yang dinilai memiliki masalah serupa.
Dalam daftar tersebut, empat nama pemain Timnas Indonesia tercantum, sementara pemain diaspora lain seperti Maarten Paes, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers disebut tidak masuk daftar.
Khusus Paes, ia dikabarkan tidak terseret karena administrasi kepindahannya pada putaran kedua musim ini ditangani secara teliti oleh Ajax.
Akar persoalan disebut berawal dari dugaan bahwa sejumlah pemain yang telah memiliki paspor Indonesia masih didaftarkan klub dengan status pemain Belanda, sehingga memicu pemeriksaan izin kerja untuk pemain non-Uni Eropa.
Skandal ini mencuat setelah podcast De Derde Helft membahas status Dean James (Go Ahead Eagles).
NAC Breda kemudian melapor ke KNVB setelah kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles untuk menuntut keadilan atau bahkan laga ulang.
Selain itu, TOP Oss juga mempertanyakan status Nathan Tjoe-A-On usai kalah 1-3 dari Willem II pada 14 Maret, sementara laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles berlangsung pada 15 Maret.
Status Izin Kerja
Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong, menegaskan pemain non-Uni Eropa wajib memiliki izin tinggal dan kerja yang sah untuk dapat bermain di kompetisi profesional Belanda. Dalam konteks “paspoortgate”, ia menjelaskan terdapat dua skema yang dapat ditempuh pemain terdampak, yakni jalur cap Uni Eropa (EU-stempel) dan jalur wedertoelating atau izin tinggal “humaniter tidak sementara”.
“Stiker itu bersifat sementara. Akan dilakukan penilaian apakah mereka bisa tinggal di Belanda secara permanen. Selama proses itu, mereka sudah diperbolehkan bekerja dan bermain,” kata De Jong, dikutip dari NOS, Jumat (3/4).
Namun, jalur EU-stempel tidak dapat digunakan oleh semua pemain karena hanya berlaku bagi mereka yang memiliki hubungan keluarga dengan warga Uni Eropa, seperti pasangan atau anak.
Dean James disebut sebagai contoh pemain yang tidak memiliki pasangan atau anak berkewarganegaraan Uni Eropa, sehingga tidak dapat memanfaatkan jalur tersebut dan harus menempuh jalur kedua yang lebih kompleks, yakni wedertoelating.
Pada jalur ini, pemain harus membuktikan pernah tinggal dan bekerja di Belanda, kemudian menunggu keputusan otoritas imigrasi sebelum dapat kembali bermain.
Selama proses berlangsung, mereka praktis dibekukan dari aktivitas kompetitif.
Perbedaan penanganan administrasi juga terlihat dari kasus Maarten Paes. Hanya Paes yang disebut diizinkan bermain karena Ajax memahami status Paes tidak lagi memegang paspor Belanda saat dikontak pada awal tahun. K
arena berstatus non-Uni Eropa, Paes harus memenuhi ketentuan gaji minimum pemain non-Uni Eropa di Eredivisie, yakni 600.000 euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun.
Ada pula kutipan yang menyebut temuan investigasi internal Ajax.
“Ajax mengindikasikan bahwa Paes, yang dinaturalisasi pada 30 April 2024 di Jakarta, kemungkinan besar tidak memenuhi syarat untuk bermain berdasarkan investigasi internal, dan statusnya perlu diselidiki lebih lanjut,” kata Tom Knipping di Voetbal International, dikutip dari @garudafansbook_.
“Mereka (klub Eredivisie dan Eerste Divisie) berharap KNVB seharusnya memberi tahu klub tentang hal itu. Mereka merasa KNVB seharusnya lebih waspada dan aktif, mengingat banyaknya pemain internasional yang dinaturalisasi dari Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde. Terutama sekarang KNVB meminta untuk tidak menurunkan pemain-pemain ini selama status mereka belum jelas,” sambung Tom Knipping.
Sementara itu, respons dari Indonesia datang dari PSSI. Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menyatakan federasi masih menyiapkan pernyataan resmi.
“Ya, nanti akan saya rilis (pernyataan resmi PSSI soal ini),” kata Sumardji, Jumat (3/4).
Dari sisi pemain, Justin Hubner mengaku belum mengetahui secara pasti kasus yang menimpanya dan belum dapat memastikan tampil bersama klubnya pada laga akhir pekan.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi (soal kasus ini),” kata Justin setelah membela Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
